Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Desember 2025, 19.06 WIB

PDIP Jatim Bakal Gelar Konferda Tentukan Suksesi Kepemimpinan

Said Abdullah. (istimewa) - Image

Said Abdullah. (istimewa)

JawaPos.com - PDI Perjuangan se-Jawa Timur akan menggelar konferensi daerah (konferda) dan konferensi cabang (konfercab) secara serentak pada 20–21 Desember 2025 di Surabaya. Agenda ini menjadi momentum penting bagi partai untuk mengakhiri masa kepengurusan sebelumnya, sekaligus menentukan arah kepemimpinan ke depan.

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah, menjelaskan konferda dan konfercab merupakan mekanisme organisasi untuk memastikan suksesi kepemimpinan berjalan demokratis dan terstruktur. 

Konferda dan konfercab serentak ini sebagai mekanisme PDI Perjuangan untuk mengakhiri kepengurusan sebelumnya, sekaligus sebagai ruang suksesi untuk memilih kepemimpinan berikutnya,” kata Said Abdullah kepada wartawan, Rabu (17/12).

Ia menuturkan, PDIP menerapkan mekanisme demokrasi dua arah dalam proses pemilihan pengurus. 

“PDI Perjuangan menggunakan mekanisme demokrasi dua arah, yakni usulan ranting, anak cabang, cabang, dan daerah untuk unsur Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC dan DPD, dikombinasikan dengan kewenangan DPP PDI Perjuangan untuk memilih dan menentukan Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC dan DPD, dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis partai, dan kebutuhan regenerasi kepemimpinan,” ucap Said.

Selain menentukan kepemimpinan, konferda dan konfercab PDIP se-Jawa Timur juga akan membahas dan menetapkan program strategis partai. Said menegaskan, Jawa Timur sebagai kawasan strategis dengan potensi demografi yang besar harus dimanfaatkan dengan baik.

“Dengan populasi lebih dari 40 juta, dan 70 persen diantaranya di usia produktif, potensi ini harus kita manfaatkan dengan baik, jangan sampai menjadi beban demografi,” ujarnya.

Said menekankan, kunci pembangunan Jawa Timur terletak pada sektor pendidikan yang lebih inklusif. Menurutnya, dengan capaian partisipasi murni SMA di Jatim yang mencapai 96 persen tidak boleh berpuas diri, karena lulusan SMA belum memiliki skil profesional.

Menurutnya, generasi muda Jawa Timur harus mendapatkan akses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya mahal. Karena itu, PDIP terus mendorong melalui DPRD dan Kepala Daerah bisa memberikan dukungan uang kuliah agar mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi, baik melalui APBD, dan kerjasama dengan badan usaha.

Sejalan dengan upaya tersebut, PDI Perjuangan Jawa Timur akan menginisiasi pembentukan Youth Venture Fund (YVF) untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda. YVF menargetkan 50.000 startup baru generasi muda hingga 2030 untuk memperluas akses modal tanpa jaminan fisik dan mempercepat kemandirian ekonomi.

"Kami yakin dengan kekuatan Gen Z dan Alpha sebagai digital native generation, program ini akan mewadahi ruang kreatif mereka,” tutur Said.

Di sektor industri, Said menilai Jawa Timur membutuhkan pertumbuhan industri yang lebih kuat untuk memperluas lapangan kerja. Jika industrinya tumbuh, peluang menyerap lapangan kerja juga makin besar. 

"Industri di Jawa Timur masih didominasi oleh makanan, minuman, rokok dan tekstil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Said menegaskan bahwa kebangkitan industri hilir akan menjadi kunci penguatan kelas menengah dan pengurangan kemiskinan. 

“Agenda agenda strategis itu akan kami putuskan di rakerda dan rakercab PDI Perjuangan se Jawa Timur. Kami ingin merubah sikap politik partai yang cenderung jargonisik menjadi agenda agenda kerja kerakyatan yang terukur target targetnya, dengan demikian diperlukan perubahan dari cara kerja partai selama ini,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore