
Gunung Semeru teramati erupsi dengan tinggi letusan 600 meter di atas puncak Rabu (19/11/2025) pagi. (PVMBG)
JawaPos.com - Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur (Jatim) erupsi pada Rabu (19/11). Letusan dahsyat itu terjadi setelah Mahameru tertidur sejak sejak letusan terakhir pada September 2023. Berdasar catatan beberapa tahun ke belakang, erupsi Semeru yang memakan banyak korban terjadi pada 2021 atau 4 tahun lalu. Saat itu, puluhan korban meninggal dunia.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru sudah terjadi lebih dari 2 abad silam. Namun beberapa peristiwa aliran piroklastik yang pernah terjadi dengan jarak lebih dari 5 kilometer terekam pada 1963 (8 kilometer), 1977 dan 1981 (10 kilometer), 1994 (11,5 kilometer), 2002 (11 kilometer), dan 2003 (11 kilometer).
Merujuk data 10 tahun belakangan, aktivitas gunung tertinggi di Jawa tersebut mulai naik pada 2020. Sebelum periode tersebut, Semeru juga terkam mengalami erupsi pada 2014. Kemudian PVMBG mencatat terjadi aliran piroklastik dari kubah lava dengan jarak 2-11 kilometer pada 1 Desember 2020. Saat itu alirannya mengarah ke Besuk Kobokan.
Letusan Semeru yang menyita perhatian publik secara luas terjadi pada 2021 lalu. Persisnya erupsi pada 4 Desember 2021. Saat itu letusan semeru menyebabkan terjadinya aliran piroklastik hingga mencapai jarak 16 kilometer ke arah Besuk Kobokan. PVMBG mencatat sebanyak 51 korban jiwa, 2.790 rumah rusak, dan 10.395 orang mengungsi.
Aliran piroklastik kembali terjadi pada setahun kemudian, yakni pada 4 Desember 2022. Jaraknya mencapai 13 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Kemudian pada 2023 PVMBG mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 10 dan 11 September. Setidaknya terjadi 52 kali erupsi per hari pada periode 11-23 September 2023.
Kemarin (19/11), Semeru kembali meletus dahsyat. Awan panas terpantau meluncur dari kawah Semeru. Tidak hanya PVMBG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat laporan kolom abu pekat yang membumbung tinggi dengan warna kelabu kehitaman dengan intensitas sangat tebal. Abu vulkanik tersebut mengarah ke arah barat laut hingga utara. Sampai saat ini penanggulangan masih berlangsung.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
