Acara dangdutan di acara peresmian Masjid Darul Falah, Dusun Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, yang mendadak viral di media sosial. (Istimewa)
JawaPos.com - Sebuah video berdurasi satu menit sepuluh detik yang diunggah akun Instagram @kejadiantemanggung mendadak viral karena menampilkan aksi panggung dangdut di acara yang disebut sebagai peresmian Masjid Darul Falah, Dusun Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung.
Tayangan tersebut menuai reaksi keras dari publik, terutama karena dikaitkan dengan kegiatan peresmian rumah ibadah yang dianggap sakral.
Namun, fakta sebenarnya tidak seperti yang ramai di media sosial. Kepala Desa Jambon, Lilis Suharti, meluruskan bahwa kegiatan dangdutan dalam video viral itu bukan bagian dari acara peresmian masjid, melainkan syukuran desa yang digelar sehari setelah peresmian.
“Itu bukan saat peresmian. Peresmian masjid memang dilakukan oleh Bapak Bupati dan sudah selesai. Acara dangdutan itu syukuran desa yang dilaksanakan keesokan harinya,” jelas Lilis dikutip dari Radar Magelang (Grup JawaPos).
Menurutnya, peresmian Masjid Darul Falah digelar pada 10 September 2025, sementara acara hiburan tersebut berlangsung 11 September 2025. Kesalahpahaman publik muncul karena banner peresmian masjid masih terpasang di panggung saat acara syukuran berlangsung.
“Bannernya memang belum dilepas, panitia lupa. Nah, ada yang memotret dan memotong video itu, kemudian menyebarkannya dengan narasi negatif. Akhirnya muncul komentar-komentar yang menyesatkan,” ungkapnya.
Lilis menegaskan, lokasi antara panggung peresmian dan panggung hiburan pun berbeda.
“Waktu peresmian itu di area masjid dengan pengajian. Sedangkan yang dangdutan di dusun bawah, tempatnya beda dan harinya juga berbeda,” katanya menambahkan.
Ia juga telah berupaya meminta pihak yang mengunggah video untuk menghapus konten tersebut, namun belum membuahkan hasil.
“Saya sudah minta agar video itu dihapus, tapi sulit. Harapan saya masyarakat tetap tenang karena yang tersebar itu hanya potongan, bukan kejadian utuh,” tutur Lilis.
Lilis berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi panitia dan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengelola acara publik, terutama yang bersinggungan dengan kegiatan keagamaan.
“Ke depan, panitia harus lebih teliti. Jangan sampai banner peresmian dipakai untuk acara lain, biar tidak menimbulkan salah paham. Yang penting sekarang masyarakat tetap adem,” ujarnya menutup pernyataan.
Viralnya video ini sempat menuai komentar pedas dari sejumlah tokoh agama dan warga yang menyesalkan munculnya hiburan dangdut di konteks acara masjid. Namun klarifikasi dari pihak desa diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman yang terlanjur menyebar di publik.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
