Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Oktober 2025 | 13.57 WIB

Gunung Semeru di Lumajang Erupsi 6 Kali, Warga Dilarang Beraktivitas di sekitar Besuk Kobokan

Gunung Semeru d Lumajang mengalami erupsi dengan tinggi letusan 700 meter di atas puncak pada Selasa (21/10/2025) pagi. (PVMBG) - Image

Gunung Semeru d Lumajang mengalami erupsi dengan tinggi letusan 700 meter di atas puncak pada Selasa (21/10/2025) pagi. (PVMBG)

JawaPos.com – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi sebanyak enam kali pagi ini, Selasa (21/10). Tinggi kolom letusan terpantau hingga 600–700 meter di atas puncak.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.53 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis, sebagaimana dilansir dari Antara.

Menurut dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah Selatan.

Sebelumnya, erupsi terjadi pukul 05.32 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak.

Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, dan mengarah ke selatan. "Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," katanya.

Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga tercatat terjadi pada pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom abu 700 meter di atas puncak. Juga pukul 00.35 WIB, pukul 00.23 WIB, dan pukul 00.20 WIB.

Liswanto menjelaskan, Gunung Semeru saat ini masih berstatus Waspada atau Level II sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi bagi warga.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak Mahameru.

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru.

Terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore