
HUT ke-80 Jatim, Gubernur Khofifah Sampaikan Duka untuk Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Dalam Upacara HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita atas tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo.
"Semoga para korban yang dipanggil ke haribaan Allah, mendapat tempat mulia di sisi Allah, dipanggil dalam keadaan syahid," tutur Khofifah saat memimpin upacara di Gedung Negara Grahadi, Minggu (12/10).
Gubernur Khofifah meyakini bahwa semua korban tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny, meninggal dalam keadaan syahid, lantaran sedang menuntut ilmu. Ketika kejadian pun para korban sedang menjalankan ibadah Salat Asar.
"Dan semoga para korban yang dirawat, semoga segera mendapatkan kesembuhan, Al Fatihah. Peristiwa ini adalah duka mendalam bagi kita semua, sekaligus mengingatkan kita akan tanggung jawab besar," imbuhnya.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini, kemudian mengajak semua pihak untuk belajar dari peristiwa ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny, sehingga tragedi serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.
"Peristiwa ini sekaligus mengingatkan kita akan tanggung jawab besar, dalam hal ini untuk menjamin lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi setiap santri dan pelajar di Jawa Timur," ujar Khofifah.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jatim mengapresiasi semua pihak yang tergabung dalam proses evakuasi tragedi Ponpes Al Khoziny. Mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, jajaran TNI-Polri, hingga Tim DVI.
"Izinkan kami menyampaikan terima kasih sebesar besarnya kepada Basarnas kepada BNPB, seluruh jajaran TNI-Polri, relawan, dan masyarakat luas atas dedikasi tanpa batas selama proses evakuasi," pungkasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.
Setelah 9 hari melakukan pencarian, operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. Data terakhir, korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part.
Hingga kini, proses identifikasi jenazah korban masih dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal dunia, 51 orang berhasil teridentifikasi.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
