Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 21.24 WIB

Mahasiswa Amikom Meninggal Dunia, Aksi Demonstrasi di Yogyakarta Tetap Berlanjut Damai Hari Ini

Ribuan demonstran berkumpul di Bundaran UGM untuk memperingati Rheza Sendy Pratama dan menuntut keadilan serta perubahan kebijakan. (Radar Jogja/Jawa Pos Group)

JawaPos.com – Meski duka masih menyelimuti usai meninggalnya mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, aksi demonstrasi bertajuk Jogja Memanggil: Maklumat Rakyat tetap digelar damai di Bundaran UGM, Senin (1/9). Ribuan massa hadir dengan mengenakan pakaian cerah sebagai simbol aksi tanpa kekerasan.

Pantauan Radar Jogja (Jawa Pos Grup) di lokasi, para demonstran memilih duduk dan mendengarkan orasi dari berbagai perwakilan. Sejumlah peserta juga tampak membawa payung untuk berteduh. Aksi ini dipastikan berlangsung hanya di satu titik, tanpa long march, guna meminimalisasi potensi gesekan.

Pegiat Forum Cik Di Tiro, Elanto Wijayanto, menegaskan bahwa pemilihan Bundaran UGM sebagai lokasi aksi dilakukan dengan pertimbangan keamanan.

“Kepercayaan publik penting. Jogja Memanggil dan Forum Cik Di Tiro hanya bunderan UGM. Satu titik, tidak ada long march,” ujarnya, Senin (1/9).

Selain orasi dan pembacaan tuntutan, sebagian massa juga akan melakukan ziarah ke makam Rheza Sendy Pratama sebagai bentuk penghormatan. Elanto memastikan seluruh persiapan, mulai dari tim medis, keamanan, kebersihan, hingga laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual, sudah disiapkan dengan matang.

“Tuntutan massa tidak hanya menghentikan kebrutalan aparat, tetapi juga mengkritik kebijakan DPR yang tidak berpihak,” tandasnya.

Dalam aksi tersebut, setidaknya ada 17 poin tuntutan yang disuarakan massa. Beberapa di antaranya menolak pemangkasan anggaran pendidikan, menuntut pengusutan tuntas brutalitas aparat, reformasi total Polri dan TNI, hingga menurunkan harga kebutuhan pokok serta menyetarakan gaji pejabat dengan buruh.

Demo ini juga menolak pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto, meminta pengesahan RUU Perampasan Aset, serta menuntut keadilan bagi para pelanggar HAM. Dengan konsistensi pada jalur damai, massa berharap suara mereka dapat terdengar jelas tanpa harus menimbulkan insiden baru.

Sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Amikom Jogjakarta bernama Rheza Sendy Pratama, 20, Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2023, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti aksi demonstrasi besar-besaran di Jogjakarta pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Forum BEM se-DIJ menyebutkan, Rheza meninggal akibat dikeroyok polisi setelah terjatuh ketika aparat menembakkan gas air mata. Dalam keterangannya, Forum BEM DIJ menuliskan bahwa Rheza saat itu tengah mengendarai motor bersama seorang rekannya. Ketika situasi ricuh, motornya mati saat hendak berbalik arah.

Gas air mata yang ditembakkan membuat Rheza terjatuh, sementara rekannya berhasil menyelamatkan diri. “Namun Rheza yang tergeletak justru dihampiri oleh polisi-polisi hingga nyawanya tak lagi tertolong,” tulis akun @forumbemsediy.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore