Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 06.19 WIB

Kronologi Mahasiswa Amikom Jogjakarta Tewas usai Demo, Leher Patah hingga Tubuh Penuh Luka

Prosesi pemakaman Almarhum Rheza Sendy Pratama di Jaten, Sendangadi, Kapanewon Mlati pada Minggu (31/8). (Delima Purnamasari/Radar Jogja) - Image

Prosesi pemakaman Almarhum Rheza Sendy Pratama di Jaten, Sendangadi, Kapanewon Mlati pada Minggu (31/8). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

JawaPos.com - Seorang mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, meninggal dunia usai mengikuti aksi demonstrasi di Polda DIY. Jenazahnya telah dimakamkan di Jaten, Sendangadi, Kapanewon Mlati pada Minggu (31/8).

Dikutip dari Jawa Pos Radar Jogja, Minggu (31/8), ayah korban, Yoyon Surono, mengaku pertama kali mendapat kabar dari tetangga yang menunjukkan foto KTP anaknya. Ia lalu diberitahu bahwa Rheza dibawa ke RSUP Dr Sardjito akibat terkena gas air mata.

"Tapi ketika saya ke sana sudah terbujur seperti itu. Yang nganter katanya dari unit kesehatan Polda. Rombongan lain enggak ada," ujar Yoyon di rumah duka, Minggu (31/8).

Menurut Yoyon, kondisi jenazah putranya sangat mengenaskan. Ia menyebut leher Rheza patah, perut penuh bekas pijakan sepatu, kepala bocor, serta terdapat banyak sayatan di tubuhnya.

"Ketika dimandiin lalu dikucir, lehernya harus dikreg, dibenain," ujarnya.

Yoyon juga menambahkan, saat tiba di rumah sakit, putranya sudah tidak mengenakan pakaian. "Darah muka warnanya sudah hitam semua, rambut sudah nggak karuan warnanya," tambahnya.

Meski begitu, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Mereka memilih untuk pasrah dan tidak akan membuat laporan apa pun.


Pihak Kampus Desak Polisi Transparan

Kabar duka ini juga sampai ke pihak kampus. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Amikom Jogjakarta, Achmad Fauzi, mengaku prihatin sekaligus meminta polisi terbuka soal kronologi sebenarnya.

"Kami koordinasikan dulu, apakah akan ada advokasi seperti apa belum tahu," ujarnya di rumah duka.

Ia menegaskan pentingnya transparansi dan investigasi menyeluruh. "Harus dilakukan investigasi dan kepolisian bisa menyampaikan apa yang terjadi sebetulnya," tegasnya.

Fauzi menambahkan, aksi yang diikuti Rheza bersifat personal dan tidak melibatkan BEM Amikom secara resmi. "Secara resmi tidak melibatkan BEM dalam kegiatan semalam dan pagi. Jadi, personal," ujarnya.

Atas peristiwa ini, Fauzi berharap semua pihak bisa menahan diri agar demonstrasi tidak lagi memakan korban. "Semestinya proses demonstrasi tidak perlu sampai merenggut nyawa. Kedua belah pihak harus sama-sama menahan diri," kata Fauzi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore