
Screenshot kerusuhan di depan Mapolda Sumbar pada Jumat (29/8) malam. (Instagram).
JawaPos.com - Gelombang protes terkait tewasnya Affan Kurniawan (21), seorang driver ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta, kini merembet ke Sumatera Barat.
Sejak Jumat (29/8) siang, ratusan massa mendatangi Markas Polda Sumbar di Padang untuk menuntut keadilan.
Meski hujan sempat mengguyur Kota Padang, massa tak bergeming. Mereka bertahan hingga malam dengan satu tuntutan: Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, harus keluar menemui langsung pengunjuk rasa.
“Kami tidak akan pulang sebelum Kapolda hadir!” teriak salah seorang orator di atas mobil komando.
Ketegangan meningkat ketika pagar Mapolda mulai digedor massa. Botol air mineral dilemparkan ke arah aparat yang berjaga.
Suasana makin panas saat sorakan “Pembunuh! Pembunuh! Buka pagarnya!” menggema berulang-ulang, menandai kemarahan publik terhadap aparat yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi di Jakarta.
Tak berhenti di situ, massa juga membakar ban di depan Mapolda sebagai simbol perlawanan. Asap hitam membumbung tinggi ke udara, menambah dramatis situasi malam itu.
Api yang menyala dianggap sebagai pesan bahwa kemarahan warga tak bisa lagi dibendung dengan imbauan.
Kabar yang viral di media sosial menyebut pagar Mapolda Sumbar akhirnya berhasil dijebol massa. Rekaman video yang beredar memperlihatkan kerumunan mendorong pagar hingga terlepas sebagian, meski aparat berusaha menahan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait kabar tersebut.
Namun yang jelas, aksi di Padang ini memperlihatkan betapa tewasnya Affan telah menyulut kemarahan luas, bukan hanya di ibu kota.
Publik menilai peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan demonstrasi, melainkan potret buruk relasi antara aparat keamanan dengan masyarakat sipil yang seharusnya dilindungi.
Desakan agar Kapolri dan jajaran segera mengusut tuntas kasus ini semakin menguat. Berbagai kelompok masyarakat menilai tragedi yang menimpa Affan bisa menjadi preseden berbahaya bila dibiarkan tanpa kejelasan.
“Kalau hari ini dibiarkan, besok bisa ada korban lagi,” ujar seorang mahasiswa peserta aksi.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Mapolda Sumbar masih tegang. Aparat kepolisian memilih bertahan di balik pagar, sementara massa berjanji akan terus melanjutkan aksi hingga tuntutan mereka dijawab.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
