
Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. (Ahmad Fikri/Antara)
JawaPos.com–Tim ahli penelitian dan pemugaran lanjutan Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menemukan adonan perekat. Semen purba itu memperkokoh struktur pundan berundak di situs prasejarah itu.
Ketua Tim Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang Ali Akbar mengatakan, rahasia di balik tetap berdiri kokoh situs tersebut, meskipun sudah berusia ribuan tahun, akhirnya terjawab dengan adanya campuran semen purba.
”Selain memanfaatkan berat batu, ditemukan adonan perekat atau biasa disebut semen purba yang memperkokoh susunan ribuan batu berbentuk tabung persegi lima menempel erat satu sama lain tanpa ada perekat atau semen seperti pada bangunan moderen,” kata Ali Akbar seperti dilansir dari Antara.
Kokohnya struktur bangunan Situs Gunung Padang yang diduga lebih tua dari piramida Giza di Mesir karena beberapa faktor, kata dia, seperti penyusunan yang dilakukan secara simetris dan beban batu yang berat sehingga saling mengikat dan menopang satu sama lain.
Bahkan area situs sempat beberapa kali diguncang gempa atau bencana alam yang cukup besar, namun bangunan situs tetap berdiri kokoh. Pihaknya menemukan di beberapa lokasi batu yang seharusnya berdiri tegak sudah mulai tergeletak atau patah.
”Kami juga mendapati adanya semen purba yang memperkuat dan mempererat susunan bebatuan, dimana hal tersebut sudah ditemukan pada penelitian awal beberapa tahun yang lalu,” terang Ali Akbar.
Hal tersebut diperkuat dengan hasil uji laboratorium yang dilakukan terhadap semen purba yang diambil dari sela bebatuan yang masing-masing kandungan yang diambil sebagai sampel berbeda jenisnya.
Bahkan pada penelitian awal peneliti menduga lapisan yang ditemukan sebatas tanah biasa. Setelah dilakukan uji laboratorium ternyata lapisan tersebut merupakan adonan yang terdiri dari beberapa campuran bahan seperti silika, ferum atau besi, dan campuran mineral lain.
”Ketika bahan tersebut digabung membuat sebuah bahan yang dapat merekatkan, sehingga peneliti menyebutnya sebagai semen purba yang membuat bangunan situs kokoh selain beban dari setiap batu, sehingga mengikat satu sama lainnya dan tidak mudah bergeser,” ungkap Ali Akbar.
Penemuan tersebut, tambah dia, membuktikan jika peradaban masa lalu di kawasan Situs Gunung Padang sudah maju secara teknologi, pengetahuan, serta ilmu arsitektur peradaban. Sehingga mampu memanfaatkan berbagai material dan mineral untuk membuat perekat.
Sedangkan untuk penelitian dan pemugaran lanjutan, kata dia, tim akan melakukan pemeriksaan pada bagian lain termasuk dari masing-masing teras di area situs guna mengetahui pondasi mana yang menggunakan semen purba.

Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Daftar Pemain Cedera dan Sanksi Inggris Lawan Norwegia: Thomas Tuchel Rombak Pertahanan Redam Erling Haaland
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Norwegia vs Timnas Inggris di Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Putar Otak Redam Ledakan Erling Haaland
