Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Juli 2025 | 12.39 WIB

Wagub Jatim Emil Dardak Soroti Kasus Bullying SMP di Blitar: Harus Ada Efek Jera dan Rasa Keadilan

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak. (Juliana Christy/Jawa Pos) - Image

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak. (Juliana Christy/Jawa Pos)

JawaPos.com-Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak menyoroti kasus bullying (perundungan) di SMP Negeri di Kabupaten Blitar, yang ramai diperbincangkan di media sosial. 

“Saya percaya Pak Bupati (Rijanto) sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan jajaran terkait. Kunci utamanya adalah memberikan rasa keadilan kepada semua pihak," ujar Emil, dikutip dari Blitarkawentar Jawa Pos Group, Sabtu (26/7).

Pengalaman tak mengenakkan dialami WV, 12 tahun, siswa kelas 7. Dia menjadi korban perundungan teman-teman sekelasnya saat hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (18/7).

Dari video pendek yang beredar luas di media sosial, WF tampak tidak berdaya dan terpojok. Sementara belasan teman sekolahnya secara bergantian memukul hingga menendangnya. Korban beberapa kali tersungkur ke tanah.

Wagub Emil menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan. Meski pelaku masih berstatus pelajar dan anak di bawah umur, kasus bullying ini tak bisa dibiarkan begitu saja, dengan meninggalkan trauma bagi korban. 

"Ini proses yang harus dijalankan dengan intensif. Tidak bisa diselesaikan hanya secara kekeluargaan saja, tetapi juga tidak bisa dilakukan tanpa mempertimbangkan sisi kemanusiaan," imbuh Emil.

Mantan bupati Trenggalek tersebut menekankan pentingnya membangun sistem penanganan kasus anak yang tepat, sehingga kasus ini dapat diselesaikan dan memberikan efek jera bagi pelaku anak. 

“Kami sudah serahkan kasus ini (kasus bullying di SMPN 3 Doko) kepada Pak Bupati dan jajaran forkopimda. Mereka tentu sudah tahu penanganannya yang lebih tepat," terang suami dari artis Arumi Bachsin ini.

Lebih lanjut, Emil Dardak menegaskan bahwa tak semua kasus bisa disamaratakan, karena kondisi dan latar belakang berbeda. Meski begitu, prinsip keadilan dan efek jera tetap harus menjadi dasar utama dalam penanganan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan terus mengawasi perkembangan kasus-kasus yang melibatkan anak, termasuk penanganan kasus bullying di Blitar.

“Bahasa agamanya, semua bicara soal rasa keadilan. Tapi, rasa keadilan itu juga harus dibarengi dengan efek jera yang nyata. Ini penting agar kasus serupa tidak terulang,” tukas Wagub Emil.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore