Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 15.10 WIB

Viral Rombongan Berpakaian Serba Putih Gelar Ritual Ibadah di Puncak Gunung Lawu Magetan Jawa Timur, Netizen Bertanya-tanya

Viral puluhan pendaki dengan memakai pakaian putih-putih menggelar ritual di Puncak Lawu pada Jumat (11/7) lalu. (TikTok/@DanangPratama) - Image

Viral puluhan pendaki dengan memakai pakaian putih-putih menggelar ritual di Puncak Lawu pada Jumat (11/7) lalu. (TikTok/@DanangPratama)

JawaPos.com - Gunung Lawu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali jadi perbincangan hangat. Bukan karena pemandangannya yang memukau, atau karena kejadian khusus yang disebabkan oleh pendaki. Tapi lantaran sebuah video berdurasi 12 detik yang bikin netizen tercengang. 

Video yang diunggah akun TikTok @DanangPratama itu memperlihatkan puluhan orang berpakaian tertutup serba putih tengah menggelar ritual spiritual di puncak gunung, yang oleh sebagian masyarakat dikenal angker itu. Tak butuh waktu lama, video tersebut viral dan telah disukai ratusan ribu pengguna.

Peristiwa ini disebut terjadi pada Jumat (11/7) pagi. Danang Pratama, sang pengunggah, mengaku sebagai saksi mata yang menyaksikan langsung momen tersebut saat mendaki melalui jalur Cemoro Sewu dan tiba di puncak pada pagi hari.

’’Saat tiba, rombongan berbaju putih sudah bersiap di sekitar tugu. Mereka melantunkan tahlil, doa-doa bernuansa kejawen, lalu menunaikan salat Jumat,’’ ujarnya dikutip dari Radar Madiun (Grup Jawa Pos).

Menurut Danang, salat Jumat dua rakaat itu kemudian dilanjutkan dengan salat Zuhur empat rakaat. Jumlah peserta ritual diperkirakan tak lebih dari 40 orang. 

Yang membuat bulu kuduk merinding, menurut Danang, adalah atmosfer khusyuk yang terasa sangat kental di tengah dingin dan kabut Lawu. ’’Ritualnya berjalan aman, saya merinding tapi itu pengalaman spiritual tersendiri,’’ ungkapnya.

Tapi tentu saja, dunia maya tak bisa diam. Netizen pun berbondong-bondong menyerbu kolom komentar dengan berbagai reaksi. Ada yang mendukung kegiatan tersebut sebagai bentuk kearifan lokal dan spiritualitas, tapi tak sedikit pula yang mempertanyakan keabsahan ibadah itu.

“Ini salat atau ritual? Kok di puncak gunung?” tulis seorang pengguna.

“Selama tidak mengganggu dan niatnya baik, saya rasa nggak masalah. Justru indah lihat kebersamaan seperti ini,” komentar netizen lainnya.

Ada pula yang menyentil, “Lawu itu tempat sakral. Baju putih, salat, tahlilan, tapi ada nuansa lain... serem juga.”

Menanggapi kehebohan tersebut, Danang menjelaskan bahwa ritual semacam itu bukan hal baru di Gunung Lawu, apalagi pada bulan Suro yang dipercaya sebagai waktu spiritual oleh masyarakat Jawa.

Gunung Lawu memang bukan sekadar gunung biasa bagi sebagian masyarakat. Ia adalah perpaduan antara alam, mistik, dan spiritualitas yang telah diwariskan sejak zaman Majapahit. 

Tak bisa dipungkiri juga kalau Gunung Lawu memang sudah lama dipercaya oleh masyarakat tertentu sebagai tempat bertemunya dua dunia, yakni dunia manusia dan dunia gaib. 

Tak sedikit kisah pesugihan yang melegenda berasal dari sini: dari ritual penarikan uang gaib hingga pemujaan makhluk halus yang dilakukan di petilasan-petilasan tersembunyi.

Beberapa spot di gunung ini bahkan diyakini sebagai lokasi keramat, seperti Hargo Dalem dan Sendang Drajat. Konon, Raja Brawijaya V, raja terakhir Majapahit, moksa di puncak Lawu dan hingga kini dipercaya sebagai penjaga gaib gunung tersebut.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore