
Sidang lanjutan kasus penembakan dengan dua terdakwa oknum TNI terhadap tiga polisi di Pengadilan Militer 1-04 Palembang, Senin (7/7). (Ahmad Rafli Baiduri/Antara)
JawaPos.com–Dokter Forensik RS Bhayangkara Lampung Cathrina Andriyani menyebutkan, Kapolsek Negara Batin, Way Kanan, AKP Anumerta Lusiyanto tewas usai mendapat tembakan di bagian dada. Korban mengalami pendarahan hingga menyebabkan meninggal dunia.
Hal itu disampaikan Cathrina saat sidang lanjutan kasus perkara dua terdakwa oknum TNI yang melakukan penembakan terhadap tiga polisi di Pengadilan Militer 1-04 Palembang, Senin (7/7).
”Korban meninggal dengan masuknya benda asing yang menyebabkan pendarahan. Hal paling vital menyebabkan korban meninggal dunia tembusnya proyektil melewati paru dan jantung,” kata Cathrina Andriyani seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, saat kedatangan jasad pertama, tim forensik yang memeriksa tidak menemukan ada darah keluar dari tubuh korban. Sebab, proyektil bersarang di tubuh korban.
”Tim forensik yang menemukan proyektil dan bekas luka mendapati ada resapan pada dada kanan, sela iga kanan, lalu luka robek pada serambi kanan jantung, paru, dan pendarahan pada usus halus dan besar,” papar Cathrina Andriyani.
”Proyektil yang bersarang tidak tembus dari tubuh korban. Proyektil tersebut pecah saat menembus tubuh korban hingga proses otopsi dilakukan dengan bukti proyektil 1,7 sentimeter dengan lebar bagian bawah 6 milimeter,” sambung dia.
Selain itu, Cathrina Andriyani menjelaskan, tubuh korban kaku dan terdapat lebam di tubuh. Lebam itu dari kondisi normal saat korban dinyatakan meninggal dunia.
”Dari sisi forensik pemeriksaan untuk memastikan orang meninggal dunia dapat dilihat dari bola mata, detak nadi dan EKG serta lebam mayat pada posisi terbawahnya,” ungkap Cathrina Andriyani.
Sebelumnya, kasus penembakan di arena judi sabung ayam ini terungkap pada saat penggerebekan tempat perjudian itu pada Senin (17/3). Dalam penggerebekan tempat judi di Kampung Karang Manik, Kabupaten Way Kanan, Lampung, itu tiga anggota Polri tewas ditembak Kopda Basar.
Ketiga polisi yang tewas itu adalah Ajun Komisaris Polisi Anumerta Lusiyanto (Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Negara Batin), Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Petrus Apriyanto (Bintara Polsek Negara Batin), dan Brigadir Polisi Dua Anumerta M Ghalib Surya Ganta (Bintara Satreskrim Polres Way Kanan).
Penembakan itu dilakukan oknum TNI Kopka Basarsya. Sedangkan Peltu Yun Heri Lubis terlibat dalam tindak pidana perjudian.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
