
Jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya yang ditemukan tim SAR gabungan pada Minggu (6/7) kemarin. (Dokumentasi Basarnas)
JawaPos.com - Satu lagi jenazah korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, yang ditemukan nelayan sekitar pada Minggu sore (6/7), berhasil teridentifikasi.
Ia adalah Daniar Nadief Inzaqi, 21 tahun, warga Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Ia ditemukan di sekitar Perairan Senggrong, Muncar pada 16.00 WITA, dalam keadaan membusuk dan identitasnya tak dikenali.
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno mengatakan bahwa tim DVI Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi korban berdasarkan data primer dan sekunder.
Data primer, dalam hal ini mengacu pada pemeriksaan sidik jari dan rekam gigi korban. Sementara data sekunder, merupakan terkait ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan korban saat ditemukan.
"Jenazah kedua yang ditemukan (Minggu kemarin), berhasil diidentifikasi oleh tim DVI POLDA Jatim, yakni atas nama Daniar Nadief Inzaqi, 21 tahun, asal Glenmore," tutur Eko dalam keterangannya, Selasa (8/7).
Sebelum Daniar, satu jenazah laki-laki ditemukan mengambang di perairan Selat Bali oleh KRI Fanildo pada Minggu (6/7) sekitar pukul 10.14 WITA. Setelah dilakukan proses identifikasi, ia adalah I Kadek Oka, 51 tahun.
Warga Desa Banjarangkat, Kecamatan Banjarangat, Kabupaten Klungkung, Bali ini tercatat sebagai penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Saat ditemukan, Kadek mengenakan kaos biru, celana pendek, dan tanpa identitas.
Setelah Kadek dan Daniar, informasi yang dihimpun Jawa Pos, satu jenazah lagi ditemukan nelayan pada Minggu sore. Namun hingga kini, tim SAR gabungan belum memberikan pernyataan terkait temuan tersebut.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Berdasarkan data manifest, saat peristiwa nahas tersebut terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya sedang membawa 65 orang, dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru kapal.
Dengan teridentifikasinya dua jenazah yang ditemukan, sebanyak 39 korban KMP Tunu Pratama Jaya telah dievakuasi, dengan rincian 30 korban selamat dan 9 meninggal dunia (8 di antaranya telah teridentifikasi). (*)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
