Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengikuti konvoi Persib Juara bersama Bobotoh di Jalan Wastukencana, Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/5/2025). (Taofik Achmad Hidayat/Radar Bandung)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merasa prihatin pada data terbaru yang tunjukan angka putus sekolah di Jawa Barat jadi yang tertinggi di Indonesia. Pernyataan ini, ia ungkapkan pada unggahan video TikTok akun resminya @dedimulyadiofficial..
Sontak, video ini pun dengan cepat mendapat perhatian publik. “Saya membaca sebuah data bahwa angka putus sekolah di Jawa Barat ranking pertama di Indonesia,” ungkap Dedi Mulyadi dengan nada prihatin seperti dikutip dari Radar Bogor.
Dia beranggapan, hal ini harus segera disikapi serius dengan langkah konkret oleh seluruh stakeholder yang berjibaku pada ranah pendidikan dalam provinsi terbesar di Indonesia itu.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga mengungkapkan bahwa Pemprov Jawa Barat akan segera melakukan koordinasi menyeluruh dengan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, hingga madrasah aliyah dan tsanawiyah.
“Kami, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akan segera mengoordinasikan dengan seluruh kepala sekolah. Apabila ada siswanya yang akan mengajukan resign, maka kami akan menyiapkan nomor telepon atau nomor WhatsApp yang bisa segera dihubungi,” kata Dedi Mulyadi dengan nada tegas.
Dedi menjelaskan, nomor darurat ini tak hanya sekadar alat pelaporan, melainkan akan menjadi jalur penanganan langsung terhadap kasus siswa yang memiliki peluang keluar dari sekolah.
Alhasil, Pemprov akan cepat menindaklanjuti laporan agar permasalahan bsia diselesaikan dari akar yang dihadapi oleh siswa dan keluarganya, seperti darinsisi ekonomi, psikologis, hingga sosial.
Dengan harapan yang tinggi, ia juga meneiankan pentingnya untuk memastikan setiap anak di Jawa Barat bisa menamatkan pendidikan minimal hingga tingkat SMA.
“Langkah-langkah ini perlu dilakukan agar seluruh anak Jawa Barat dipastikan bisa bersekolah dengan baik. Harapan saya, mereka bersekolah tamat sampai SMA, SMK, atau madrasah aliyah,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan tak hanya soal angka dan kurikulum, melainkan mengenai menjaga masa depan anak-anak, serta mendukung pertumbuhan mereka secara utuh melalui lingkungan yang baik.
“Mari kita sama-sama menjaga anak-anak kita, menjaga lingkungan kita, untuk bisa bersekolah dengan baik,” paparnya. (*)

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
