Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 19.41 WIB

Enam Korban Longsor di Kebonagung Trenggalek Masih Hilang, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak untuk Bantu Pencarian dan Evakuasi

Gubernur Khofifah mengecek dapur logistik untuk warga terdampak longsor di pengungsian di Paseban, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Rabu malam (21/5). (Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Khofifah mengecek dapur logistik untuk warga terdampak longsor di pengungsian di Paseban, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Rabu malam (21/5). (Pemprov Jatim)

JawaPos.com – Enam warga Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek masih belum ditemukan pascalongsor yang terjadi pada Senin (19/5).

Untuk mempercepat proses evakuasi, tim K-9 dari kepolisian kembali dikerahkan ke lokasi bencana guna mencari korban yang diduga masih tertimbun material longsor.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dukungan dan gerak cepat kepolisian, khususnya Kapolda Jatim, dalam mengirimkan anjing pelacak guna memperkuat proses pencarian.

Ia menyebutkan bahwa metode ini cukup efektif dalam mendeteksi keberadaan korban yang tertimbun, terutama di medan yang sulit dijangkau oleh petugas.

“Hari ini anjing pelacak dari kepolisian kembali diturunkan untuk mencari enam korban yang belum ditemukan. Kita tentu berharap seluruh proses pencarian ini berjalan lancar dan para korban bisa segera ditemukan,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi pengungsian di Paseban, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Rabu malam (21/5).

Khofifah juga menyampaikan bahwa Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur bersama timnya telah berada di lokasi sejak malam kejadian.

Ia menyebut Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto langsung bergerak pada malam tanggal 19 Mei dan terus memberikan pembaruan kondisi di lapangan secara berkala.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan logistik untuk warga terdampak dan kebutuhan penanganan darurat di lokasi.

Bantuan tersebut meliputi ribuan kaleng makanan siap saji, tambahan gizi, lauk pauk, serta perlengkapan kebersihan, pakaian pria dan wanita, perlengkapan lansia dan keluarga, selimut dan matras.

Ada juga alat masak, hingga bahan makanan seperti beras, minyak goreng, gula, dan sayuran segar. Seluruh bantuan ini langsung disalurkan ke posko pengungsian dan dapur umum di Mushola Kanjengan yang berada tepat di depan lokasi pengungsian.

Sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi pada Senin (19/5) sekitar pukul 16.10 WIB, menyusul hujan deras yang mengguyur Kecamatan Bendungan sejak pukul 15.40 WIB.

Tanah yang labil mengakibatkan longsoran besar menimpa sejumlah rumah warga di RT 15 dan RT 16 RW 7, Dusun Kebonagung.

Total terdapat 12 rumah yang terdampak, lima di antaranya tertimbun longsor. Sebanyak 10 kepala keluarga atau 30 jiwa terdampak langsung dan 26 jiwa lainnya saat ini mengungsi di Paseban, Desa Depok.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore