
Gubernur Khofifah mengecek dapur logistik untuk warga terdampak longsor di pengungsian di Paseban, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Rabu malam (21/5). (Pemprov Jatim)
JawaPos.com – Enam warga Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek masih belum ditemukan pascalongsor yang terjadi pada Senin (19/5).
Untuk mempercepat proses evakuasi, tim K-9 dari kepolisian kembali dikerahkan ke lokasi bencana guna mencari korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dukungan dan gerak cepat kepolisian, khususnya Kapolda Jatim, dalam mengirimkan anjing pelacak guna memperkuat proses pencarian.
Ia menyebutkan bahwa metode ini cukup efektif dalam mendeteksi keberadaan korban yang tertimbun, terutama di medan yang sulit dijangkau oleh petugas.
“Hari ini anjing pelacak dari kepolisian kembali diturunkan untuk mencari enam korban yang belum ditemukan. Kita tentu berharap seluruh proses pencarian ini berjalan lancar dan para korban bisa segera ditemukan,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi pengungsian di Paseban, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Rabu malam (21/5).
Khofifah juga menyampaikan bahwa Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur bersama timnya telah berada di lokasi sejak malam kejadian.
Ia menyebut Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto langsung bergerak pada malam tanggal 19 Mei dan terus memberikan pembaruan kondisi di lapangan secara berkala.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan logistik untuk warga terdampak dan kebutuhan penanganan darurat di lokasi.
Bantuan tersebut meliputi ribuan kaleng makanan siap saji, tambahan gizi, lauk pauk, serta perlengkapan kebersihan, pakaian pria dan wanita, perlengkapan lansia dan keluarga, selimut dan matras.
Ada juga alat masak, hingga bahan makanan seperti beras, minyak goreng, gula, dan sayuran segar. Seluruh bantuan ini langsung disalurkan ke posko pengungsian dan dapur umum di Mushola Kanjengan yang berada tepat di depan lokasi pengungsian.
Sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi pada Senin (19/5) sekitar pukul 16.10 WIB, menyusul hujan deras yang mengguyur Kecamatan Bendungan sejak pukul 15.40 WIB.
Tanah yang labil mengakibatkan longsoran besar menimpa sejumlah rumah warga di RT 15 dan RT 16 RW 7, Dusun Kebonagung.
Total terdapat 12 rumah yang terdampak, lima di antaranya tertimbun longsor. Sebanyak 10 kepala keluarga atau 30 jiwa terdampak langsung dan 26 jiwa lainnya saat ini mengungsi di Paseban, Desa Depok.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
