Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 00.10 WIB

Dedi Mulyadi Ngamuk Jalan Kalijati Hancur, Sopir Truk Ungkap hanya Dibayar Rp 150 Ribu

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi  menghadiri kegiatan Panen Jagung di Desa Pangeureunan, Kabupaten Garut, Kamis (17/4/2025). (Dok.Tim Media KDM) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan Panen Jagung di Desa Pangeureunan, Kabupaten Garut, Kamis (17/4/2025). (Dok.Tim Media KDM)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi merasa geram atas tindakan pengusaha galian tanah di Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pasalnya, truk-truk pengangkut tanah itu mengakibatkan jalan kotor hingga rusak.

Berdasarkan pengakuan para sopir truk, mereka hanya mendapat upah Rp 150 ribu perhari. Hal itu setelah Dedi Mulyadi kembali mendatangi tempat galian tanah tersebut.

"Ini saya masih di tempat galian yang kemarin, yang saya tutup, ini mobilnya gede-dede banget, sehari sopir dapat berapa ngerusak jalan?," tanya Dedi kepada para sopir truk sebagaimana diunggah dalam media sosial Instagram, Jumat (18/4).

"Ya paling 150 ribu," jawab para sopir truk pengangkut tanah.

Meski demikian, uang penghasilannya itu tidak sepenuhnya bersih. Saat membawa tanah galian ke tempat tujuan, uang penghasilannya Rp 150 ribu itu harus dipalak preman-preman di jalan.

"Masih ada preman nggak?," tanya Dedi lagi.

"Preman nggak ada, cuma kita diwajibkan bayar Aqua Rp 10 ribu, itu wajib," jawab para sopir truk.

"Kalau tidak beli?," tanya Dedi.

"Ya jadi masalah," ungkap sopir truk.

Dedi merasa geram atas tindakan tersebut. Ia menyesalkan aksi premanisme dan pengusaha yang membiarkan jalan Kalijati hancur dan kotor karena tumpahan tanah.

"Paingatkan sia, jalan ancur, jalan kotor, ko saria diantap wae ngarala duit nyah. Jalan provinsi nu rusak. Naon wae Aqua Rp 10 ribu, operator Rp 5 ribu, terus apalagi? Bayar day off Rp 45 ribu, bayar ke siapa? Ke ceker buat jalan," tutur Dedi saat berbincang dengan para sopir truk.

"Jadi totalnya semua adalah? 45 ditambah 10 ribu. Semuanya sopir disini harus mengeluarkan biaya Rp 75 ribu. Paingatken salangsara sopir ya," sambungnya.

Dedi lantas menanyakan kepada para sopir, merasa sedih atau tidak melihat kondisi jalan.

"Lihat jalan rusak kamu sedih nggak ?," tanya Dedi.

"Sedih," jawab kompak sopir.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore