Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Mei 2024 | 18.36 WIB

Jalan Sirip Akses Menuju Pantai di JLS Tulungagung Masih Rusak, Padahal Wisatanya Mulai Ramai Pengunjung

Jalan Sirip Akses Menuju Pantai di JLS Tulungagung Masih Rusak (Radar Tulungagung)

JawaPos.com- Pembangunan jalur lintas selatan (JLS) Tulungagung memberikan dampak yang luar biasa bagi sektor pariwisata di kabupaten tersebut.

Sayangnya, peran dari pemkab Tulungagung untuk memaksimalkan potensi itu dipandang masih kurang. Mengapa demikian?

JLS Tulungagung kini jadi primadona wisata di kota marmer itu, namun pemerintah kabupaten Tulungagung tampaknya kurang memperhatikan jalan sirip akses pantai di JLS Tulungagung.

Padahal jika pemkab Tulungagung lebih memaksimalkan infrastruktur jalan akses pantai, kemungkinan besar potensi pengunjung yang datang akan membudlak.

Contohnya saja wisata di JLS Tulungagung yang sudah mulai ramai pengunjung yakni Pantai Dlodo. Hal ini dilihat dari perolehan omset perharinya. Sebelumnya omzet wisata pantai itu hanya Rp 200 ribu sehari, kini menjadi Rp 2 juta per harinya.

Berdasarkan penelusuran JawaPos.com, Minggu (26/5), di laman Radar Tulungagung (Group Jawa Pos), Ketua BUMDes Citra Gumilang, Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Ibnu Effendi mengatakan bahwa pasca dibangunnya JLS, jumlah kunjungan wisata Pantai Dlodo meningkat pesat.

“Dibangunnya JLS memang sangat berdampak besar terhadap Pantai Dlodo. Jika dulu omzet per hari hanya Rp 200 ribu, kini setiap hari bisa tembus Rp 2 juta lebih,” jelasnya.

Dia menyebut dampak terbesar adalah pada jumlah kunjungan setiap harinya. Dengan jumlah kunjungan pantai yang meningkat, omzet pantai otomatis juga naik. Jika dikalkulasi, peningkatan omzet bahkan sampai 10 kali lipat lebih.

Meski omset sudah naik 10 kali lipat, namun menurutnya masih bisa ditingkatkan lagi. Dengan catatan pengelola wisata pantai mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah Tulungagung.

Terdapat beberapa hal yang dikeluhkan, seperti halnya jalan sirip akses menuju Pantai Dlodo yang masih buruk. Selain itu juga kurangnya pelatihan bagi masyarakat sekitar pantai untuk membangun sebuah produk atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penunjang pariwisata yang ada.

Maka dari itu pihaknya berharap bahwa pemerintah Kabupaten Tulungagung turut hadir dalam pengelolaan wisata selatan Tulungagung. Sebab menurutnya, pembangunan Infrastruktur (seperti jalan sirip akses ke wisata JLS) masih kurang.

“Karena selama ini, pembangunan infrastruktur yang dilakukan juga kurang, kemudian pelatihan wirausaha bagi masyarakat sekitar juga belum pernah ada,” tutupnya.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore