Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2024 | 13.15 WIB

Jumlah Pemudik Masuk DIY Diperkirakan Capai 8,7 Juta Orang, Dishub Imbau Pemudik Gunakan Jalur Alternatif Jika Sekadar Melintas

Suasana padat di Terminal Giwangan Jogja./Khairul Ma’arif/Radar Jogja - Image

Suasana padat di Terminal Giwangan Jogja./Khairul Ma’arif/Radar Jogja

JawaPos.com – Pada musim mudik Lebaran tahun 2024 ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan sebanyak 8,7 juta pemudik akan melakukan mudik ke wilayah DIY.

Meskipun demikian, jumlah perkiraan pemudik itu lebih sedikit jika dibandingkan data survey dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memperkirakan sebanyak 11,7 juta pemudik.

Oleh karenanya, pihak Dishub DIY akan memaksimalkan penggunaan kamera analitik untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Yogyakarta selama musim nudik Lebaran tahun 2024 ini.

Dilansir dari Radar Jogja (JawaPos Group), Sumariyoto selaku Plh Kepala Dishub DIY menuturkan bahwa prediksi sejumlah 8,7 juta pemudik itu berdasarkan basic data di tahun-tahun sebelumnya yang mencatat rata-rata kenaikan sebesar enam persen secara tren perjalanan orang.

Sedangkan angka yang didapat dari data Kemenhub sebanyak 11,7 juta pemudik masuk DIY itu berdasarkan survey yang dilakukan dengan tambahan beberapa faktor pendukung lainnya.

“Kalau saya boleh memilih, memang lebih akurat jika berdasarkan survey. Kami bukan melakukan kajian hanya berdasarkan analisis kasar saja tanpa mempertimbangkan factor-faktor yang lainnya,” ujarnya pada hari Rabu (20/3) kemarin.

Ia menjelaskan bahwa jumlah pemudik yang meningkat sebesar enam persen itu diketahui berdasarkan perhitungan dengan mempertimbangkan beberapa faktor.

Faktor yang paling menonjol adalah kemudahan akses seiring dengan dibangunnya infrastruktur.

Selain itu juga disebabkan jalur tol Jogja-Solo yang secara bertahap mulai fungsional.

“Jadi sebetulnya akan lebih banyak orang cenderung menggunakan kendaraan pribadi terutama dari pintu timur. Dengan adanya tol juga lebih cepat, kalau pakai transportasi publik seperti kereta jika tidak cepet-cepat maka akan kehabisan, begitu juga dengan pesawat yang relatif lebih mahal,” kata Sumariyoto.

Dengan demikian, ia menyarankan kepada para pemudik yang hanya sekadar melintas di DIY untuk melewati jalur alternatif.

Hal itu sebagai bentuk antisipasi kepadatan lalu lintas di wilayah atau pusat Jogja saat musim Lebaran.

“Kami tetap melakukan upaya untuk mengarahkan yang tidak masuk Jogja agar bisa melalui jalur alternatif yang direkomendasikan,” imbuhnya.

Menurutnya, untuk pemudik dari arah timur bisa melewati Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Sedangkan pemudik dari arah barat bisa melewati Glagah.

“Jadi upaya kita seperti itu. Kita tidak mungkin melarang orang untuk tidak boleh masuk Jogja,” tuturnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore