Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Februari 2024 | 23.21 WIB

Proyek Tol Kediri-Tulungagung Akses ke Bandara Dhoho Tak Kunjung Dimulai, Pemkab Kediri Buka Suara

BANDARA: Landasan pacu di Bandara Dhoho Kediri sepanjang 3.300 meter. (Radar Kediri) - Image

BANDARA: Landasan pacu di Bandara Dhoho Kediri sepanjang 3.300 meter. (Radar Kediri)

JawaPos.com – Tol Kediri – Tulungagung (Ki Agung), salah satu akses menuju ke Bandara Dhoho Kediri hingga saat ini tak kunjung dimulai.

Dilansir dari Radar Kediri hingga Rabu (31/1), proyek fisik yang rencananya akan dimulai pada awal Februari ini masih belum terlihat adanya tanda-tanda akan dimulai.

Meskipun telah memenangkan lelang pada pertengahan November 2023 lalu, penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) dijadwalkan pada kuartal ketiga 2023 atau paling lambat akhir 2023.

Namun, hingga awal Februari ini, beberapa tahapan pasca proses lelang masih belum selesai, sehingga menyebabkan keterlambatan pembangunan tol, terutama ruas jalan ke Bandara Dhoho Kediri.

Akses tol ke Bandara Dhoho Kediri rencananya akan dimulai dari perempatan Bolawen menuju Kelurahan Semampir, Kota Kediri.

Sukadi selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri buka suara terkait hal ini. Dia mengungkapkan bahwa jadwal pembangunan Tol Kediri - Tulungagung masih belum bisa dipastikan.

“Masih belum ada jadwal pasti kapan tol (ruas bandara) akan dibangun,” pungkas Sukadi.

Waktu dimulainya pembangunan tol masih belum pasti, meski lahan yang terdampak oleh Tol KediriTulungagung sudah dikosongkan sejak akhir Desember lalu, termasuk 180 kepala keluarga di sepanjang Jl PB Sudirman yang akan menjadi akses utama tol ke bandara.

Meskipun begitu, tol yang akan menjadi akses utama ke bandara diharapkan bisa beroperasi pada November 2024. Namun, jika waktu mulainya pembangunan proyek tersebut mengalami keterlambatan, kemungkinan besar waktu penyelesaiannya juga akan terlambat.

“Semoga saja cepat dibangun dan dapat digunakan,” ujar Sukadi lebih lanjut.

Yudha Nur Ari, selaku Kabid Pengembangan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, menjelaskan bahwa Tol Kediri - Tulungagung akan menjadi akses utama ke Bandara Dhoho Kediri karena adanya akses non-tol yang dianggap kurang memadai.

Dia mengatakan bahwa ada dua akses menuju ke Bandara Kediri, yaitu Jalan PB Sudirman dan Jalan Jawa di Desa/Kecamatan Grogol. Meskipun Jalan PB Sudirman lebih lebar (8 meter) dan menjadi pilihan utama, kedua jalan tersebut akan bermuara di satu tikungan yang sama, di mana tikungan yang menuju ke Jalan Jawa masih dianggap terlalu sempit.

“Tikungan itu sudah dilakukan pembebasan lalu pelebaran, tapi tetap terlalu sempit,” ujar Yudha.

Dengan situasi tersebut, Yudha ragu akan kelancaran alur transportasi di masa mendatang. Setiap kali diuji dengan kendaraan besar, selalu terjadi kemacetan di daerah tersebut. “Untuk kendaraan besar bisa saja, tapi selalu macet,” tegasnya.

Oleh karena itu, menurut Yudha, ketika Tol Kediri - Tulungagung di ruas bandara sudah beroperasi, potensi kemacetan dapat diminimalisir. Ini disebabkan mayoritas kendaraan roda empat akan memilih melewati tol, sementara kendaraan roda dua akan menggunakan akses non-tol.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore