
Anggota KPPS menunjukkan formulir pendaftaran sebelum mengikuti pemeriksaan kesehatan awal di aula Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (18/12/2023). (Antara Jatim/Irfan Anshori)
JawaPos.com – Skrining kesehatan para petugas Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tarakan dilakukan oleh Badan Penyelenggara Kesehatan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Dalam skrining yang dilakukan, ditemukan ratusan Anggota KPPS yang berpotensi mengalami sakit.
Mengutip Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Selasa (30/1), Kepala Bagian Penjamin Manfaat dan Utilisasi, drg. Cut Marisa, mengatakan, pemeriksaan kesehatan ini dilakukan berdasarkan surat edaran bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan BPJS.
Tujuannya, mengingat 2019 banyak sekali petugas yang tumbang kita tidak tahu riwayat kesehatannya yang tidak terdeteksi sehingga saat menjadi petugas mereka tumbang,” ujarnya, Senin (29/1).
Pemeriksaan ini dilakukan dengan melakukan skrining riwayat kesehatan, bukan dengan pemeriksaan fisik secara langsung.
Screening tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah anggota KPPS berisiko mengalami penyakit kronis.
“Saat ini sudah sebanyak 4.774 sementara yang sudah diskrining 4.266 total seluruh Kaltara dari 4.774 ini 670 ini berisiko penyakit kronis,” ucapnya.
Ia pun menuturkan jika pihaknya belum dapat mendeteksi tingkat potensi Anggota KPPS yang berpotensi alami penyakit kronis.
Walaupun demikian hal ini tidak menggugurkan Anggota KPPS yang akan menjalankan tugasnya.
“Minggu lalu kami sudah berkoordinasi dengan KPU Tarakan. Kami memastikan bahwa si petugas mengisi data dengan sebenarnya-benarnya. Jadi jangan sampai ada yang tidak kooperatif untuk menghindari terjadinya yang tidak diinginkan nantinya. Misalnya dia merokok berapa kali sehari, kalau dia merokok kemudian mengisinya laporan tidak itu kan nanti terjadi bias informasi,” katanya.
Selain itu, KPU juga telah mewajibkan seluruh Anggota KPPS memiliki kepesertaan BPJS aktif untuk mengantisipasi risiko yang terjadi.
Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Tarakan, Yanuar Ajie Swadhana, menuturkan belum memastikan Anggota KPPS yang memiliki keanggotaan JKN yang aktif, mengatakan telah melakukan koordinasi kepada KPU terkait hal tersebut.
“Apabila terjadi insiden kalau itu saat bekerja nah inikan BPJS ketenagakerjaan posisinya tumbang saat melaksanakan kerja dan di jam kerja. Mereka sudah terdaftar sebagai peserta JKN ini bisa langsung ke faskes terdekat,” ucapnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
