
pembebasan lahan terdampak Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) memasuki tahap ke-2./Radar Kediri
JawaPos.com – Sembari merampungkan pembebasan lahan terdampak Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) tahap 1, tim pengadaan tanah (TPT) dikabarkan akan memulai tahap pembebasan lahan keduanya pada pekan ini.
Dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Selasa (9/1), rencananya, pada pembebasan lahan tahap kedua ini, akan ada sedikitnya 14 hektar tanah di Kabupaten Kediri, Kota Kediri, dan Kabupaten Tulungagung. Khusus Kota Kediri, penlok 2 mencakup 17,4 hektare tanah.
Luas lahan tambahan untuk Tol Ki Agung itu tersebar di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Juga di Kelurahan Mojoroto, Mrican, Gayam, Ngampel, Bujel, Sukorame, dan Pojok di Kecamatan Mojoroto.
Diketahui, pembebasan tanah terdampak Tol Ki Agung tahap 2 ini akan dimulai dengan pemasangan patok right of way (RoW). Patok tersebut juga sekaligus dipasang untuk menentukan ruang milik tol.
Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Ki Agung Linanda Krisni Susanti menjelaskan bahwa, pemasangan patok RoW ini dilakukan setelah pihaknya mendapat persetujuan dan perintah pelaksanaannya dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Setelah mendapat persetujuan, perwakilan Kanwil BPN Jatim telah bergerilya kepada tiga Kantor Pertanahan (Kantah) BPN terdampak Tol Ki Agung untuk mendelegasikan pelaksanaan pengadaan tanah tahap kedua. Salah satunya pelimpahan kepada Kantah Kota Kediri.
“Pendelegasian pelaksanaan tadi (kemarin, Red) jam 10.00 sampai dengan jam 13.00,” ujar perempuan yang kerap dipanggil Nanda itu, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Selasa (9/1).
Lebih lanjut Nanda juga menjelaskan, keputusan tersebut sudah dibahas dalam pertemuan sebelumnya. Diketahui, pertemuan tersebut membahas mengenai pelaksanaan pengadaan tanah untuk penetapan lokasi (penlok) tahap 2.
Pendelegasian kemarin, (8/1), menurutnya sekaligus juga mengawali tahap pengadaan tanah tahap 2, yang mencakup pelebaran jalan di hampir sepanjang trase jalan tol yang membentang di tiga daerah. Diantaranya, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Tulungagung.
Nanda juga menambahkan, setelah pertemuan itu, panitia pengadaan tanah akan memulai proses pematokan RoW dan pemasangan patok di kawasan terdampak akan dimulai dalam waktu dekat.
Barulah setelah patok terpasang, Nanda mengungkap pihaknya akan melanjutkan pada tahap sosialisasi pengadaan tanah ke desa atau kelurahan yang yeah dipasang patok itu.
“Setelah sosialisasi akan dilaksanakan pemasangan patok bidang tanah. Baru kemudian dilakukan pengukuran,” tutur Nanda tentang tahapan sebelum appraisal atau penaksiran harga tanah dimulai. Prosesnya akan dilakukan serentak di tiga daerah.
Sebagai informasi, penerbitan penlok 2 ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan lahan di kiri dan kanan trase.
Salah satunya karena ada perubahan desain exit tol. Dalam pelaksanaannya, wilayah yang merupakan akses ke Bandara Dhoho Kediri akan diprioritaskan.
“Penlok tahap kedua kami mulainya (diprioritaskan) yang akses bandara juga. Untuk konstruksinya agar bisa dikerjakan bersama-sama. Jadi kami akan mengejar yang tahap kedua sama mulai dari yang akses bandara,” jelas Nanda.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
