
Ilustrasi penembakan. (Istimewa)
JawaPos.com–Polda Jawa Timur turunkan satuan untuk membantu penyelidikan kasus penembakan terhadap salah satu relawan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Relawan yang menjadi korban penembakan tersebut, bernama Muarah berusia 50 tahun warga Dusun Mandeman Daya, Desa Banyuates, Sampang, Madura.
Menurut pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel, walau orang yang ditembak adalah relawan Prabowo-Gibran, belum tentu penembakan itu dilatari motif politik. Tapi jika bermotifkan politik, betapa mengerikan bahwa saban kali penyelenggaraan kontestasi demokrasi berturut-turut ada pihak yang by design menciptakan keonaran dengan modus mencabut nyawa orang.
”Dengan bobot keseriusan macam itu, tepat kiranya jika dibentuk tim investigasi gabungan,” kata Reza.
Tujuannya, menurut dia, supaya peristiwa pidana dimaksud bisa diungkap secara tuntas, menyeluruh, objektif, dan transparan. ”Menyeluruh, mengingat kejahatan bermotif politik pada masa pilpres tampaknya tidak dilakukan secara individual, melainkan terorganisasi,” papar Reza.
”Berarti, ada lebih dari satu pihak. Meliputi eksekutor, perencana, pembiaya, dan seterusnya,” tambah Reza.
Pada sisi lain, menurut dia, peristiwa itu potensial menambah beban Prabowo. Pada 2019, sekian banyak orang jatuh korban dalam demo di Bawaslu.
Mereka, lanjut dia, senapas dengan Prabowo, menentang hasil pilpres yang dinilai penuh kecurangan. Tapi antiklimaks, saat itu Prabowo tidak menunjukkan keberpihakan atau pembelaan terhadap para korban.
Itu pula yang menurut Reza, diingatkan Anies pada debat capres beberapa waktu lalu. Keluarga salah satu korban bahkan sampai menemui Anies saat itu.
Nah, bagaimana sikap Prabowo kali ini terkait penembakan terhadap orang yang disebut sebagai relawannya itu? Akankah kali ini Prabowo memperlihatkan empati, bahkan menyediakan bantuan hukum, kepada korban?
Menurut Reza, semestinya demikian. Bukan sebatas bentuk kepedulian pribadi. Sebagai capres, atensi Prabowo juga harus berada pada level publik.
”Yaitu, agar kepolisian bekerja tuntas sehingga tidak ada lagi kesan bahwa otoritas penegakan hukum abai terhadap tindak pidana, terutama pembunuhan pada masa seputar pilpres,” papar Reza.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
