
lustrasi pembangunan tol (Ilustrasi: Afrizal/JPRK))
JawaPos.com – Sejumlah warga yang terkena imbas dari pembangunan Tol Kediri-Tulungagung di Kelurahan Mojoroto ini menolak penaksiran harga atau appraisal tanah mereka. Penolakan tersebut setelah dilakukannya musyawarah pada Kamis (14/12) lalu.
Penolakan ini disebabkan harga yang ditawarkan ini jauh di bawah harga pasar. Ada juga tanah pekarangan yang di dalam appraisal ini disebut sebagai tanah sawah.
Seorang warga terdampak dari Tol Kediri-Tulungagung yakni Nur Baladina mengatakan saat melakukan musyawarah di Balai Kelurahan Gayam pada Kamis lalu warga diberikan tiga opsi perihal masalah ganti rugi. Tiga opsi tersebut yakni uang, tanah, dan saham.
“Sebelum memilih (uang, tanah, atau saham, Red) kan kami harus tahu jika uang nilainya berapa, tanah lokasi dan ukurannya gimana, kalau saham jumlahnya berapa?” ujar Nur Baladina dikutip Radar Kediri.
Nur Baladina mengungkapkan bahwa tim pengadaan tanah menyebutkan jika ada warga yang terdampak akan langsung diberitahu.
Namun, setelah melakukan musyawarah harga tanah tersebut langsung disampaikan.
Tanah dari Nur Baladina ini hanya dihargai Rp 1,3 juta per meter persegi dan dia juga mendapatkan kerugian non-fisik senilai Rp 50 juta.
Ila panggilan dari Nur Baladina, dia menyatakan bahwa tanah tersebut merupakan pekarangan. Dia membeli tanah tersebut pada 2019 seharga Rp 21 juta per ru.
Tak hanya nilai harga tawar yang tidak sesuai, Ila juga mempermasalahkan kesalahan penulisan kriteria tanah.
Pihak tim pengadaan tanah menulis tanah pekarangan tersebut merupakan tanah sawah.
“Untuk tanah pekarangan lain (warga terdampak lainnya, Red) dihargai Rp 2,2 juta per meter persegi,” ujarnya.
Menurut Ila meskipun harga tanah ini akan disamakan dengan tanah pekarangan milik warga lainya, harga yang diberikan masih dibawah standar. Karenanya Ila akan menolak tawaran untuk harga tanahnya.
“Katanya akan diperbaiki (klasifikasi tanah menjadi tanah pekarangan, Red) nanti,” katanya.
Puji Hartini warga Mojoroto yang juga ikut menolak harga appraisal dia mengatakan tanahnya ini terlalu diberikan harga yang sangat murah. Yakni tidak sampai Rp 20 juta per ru.
Puji menganggap bahwa lokasi tanahnya ini sangat strategis karena dekat dengan Iniversita Brawijaya dan Ponpes Al-Mahrusiyah.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
