Sejumlah warga memanfaatkan bantuan air bersih dari Pemerintah di daerah bencana kekeringan di Desa Sangup Kecamatan Tamansari Boyolali. Kamis (9/11/2023) ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.
JawaPos.com - Menanggapi terjadinya bencana alam berupa kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dengan sigap bergerak membantu para warga.
Dua belas wilayah kecamatan di Kabupaten Boyolali yang terdampak kekeringan, kini sudah mendapatkan pasokan bantuan air bersih dari BPBD setempat.
"Kami telah memasok bantuan air bersih total sebanyak enam tangki untuk warga di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, sebanyak dua tangki dan Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, sebanyak empat tangki, sehingga total pasokan air di Boyolali hingga Jumat pagi ini 1.058 tangki," ucap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Boyolali, Suparman, di Boyolali, Jumat (10/11).
Sebelumnya, BPBD mendapatkan permohonan bantuan air bersih dari pemerintah desa setempat.
Sepanjang bulan Januari hingga November 2023, BPBD Boyolali telah memasok air bersih sebanyak 1.058 tangki kepada masyarakat di 44 desa/kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan daerah tersebut.
Kecamatan Wonosamodro adalah kecamatan dengan pasokan bantuan air terbanyak yakni 299 tangki untuk disebarkan kepada warga di tujuh desa.
Beberapa kecamatan yang mendapat pasokan bantuan air lebih dari seratus tangki, seperti Kecamatan Tamansari, sebanyak 212 tangki untuk lima desa telah dikerahkan, Juwangi sebanyak 141 tangki dikirim ke empat desa, Kemusu sebanyak 136 tangki untuk enam desa, dan Wonosegoro sebanyak 118 tangki untuk lima desa.
Adapun tujuh kecamatan yang mengalami kekeringan yang tidak terlalu parah dengan bantuan pasokan air kurang dari 50 tangki, seperti Kecamatan Cepogo sebanyak 46 tangki untuk empat desa, Galadagsari sebanyak 34 tangki di dua desa, Selo dengan 31 tangki di tiga desa, Andong sebanyak 20 tangki untuk satu desa, Kecamatan Ampel 15 tangki untuk dua desa, Klego empat tangki untuk dua desa dan Musuk dua tangki untuk satu desa.
"Kami bantuan air bersih untuk warga masyarakat di daerah kekeringan batas waktu hingga akhir November ini, yang diperkirakan sudah memasuki musim hujan di daerah ini," katanya.
Selain fokus pada kekeringan, BPBD Kabupaten Boyolali juga mengimbau agar masyarakat selalu mewaspadai bencana alam lainnya yang mungkin datang.
Seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor dan juga musim pancaroba yang telah di mulai pada November 2023 ini.
"Kami meminta warga tetap siaga yang bertempat tinggal di wilayah yang memiliki potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Bagaimana melakukan penyelamatan secara mandiri apabila terjadi musibah bencana alam. Tentunya dengan adanya bencana alam itu, tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun warga masyarakat," katanya.
***

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
