
Tersangka Ari saat dihadirkan untuk memberikan keterangan kepada awak media di Mapolrestabes Semarang.
JawaPos.com - Aksi bejat yang dilakukan Ari Yulianto, 22, terhadap ponakannya, bocah perempuan 7 tahun warga Gayamsari Semarang ternyata sudah berulang kali. Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny S Lumbantoruan mengatakan dugaan tindak pidana pencabulan dilakukan pelaku mulai akhir Agustus 2023 sampai dengan 14 Oktober 2023.
Perlakuan tersebut dilakukan di rumah korban, di daerah Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. "Perbuatan cabul tersebut dilakukan tersangka sekira 7 kali di tempat yang sama dengan waktu yang berbeda," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang (Jawa Pos Group).
Donny membeberkan, tersangka tersebut tinggal satu rumah dengan keluarga korban. Rumah tersebut di dalamnya terdapat enam orang yakni kedua orang tua korban, pelaku dan kakek, nenek, dan termasuk korban.
Pelaku melakukan aksi bejatnya saat yang lain sibuk bekerja. "Ketika masing masing sudah bekerja, tersangka ada kesempatan berduaan dengan korban. Dia (pelaku) mendatangi korban dan biasa dilakukan di kamar tidur nenek korban. Dilakukan di situ berawal dengan membekap biar tidak teriak," beber AKBP Donny.
Terakhir kali pelaku melakukan aksi bejat tersebut pada Sabtu (14/10). Selang beberapa hari kemudian, korban tiba-tiba mengalami lemas dan tidak sadarkan diri. Kemudian dibawa orang tuanya ke rumah sakit Pantiwilasa Semarang. Namun, nyawanya tidak terselamatkan.
"Di mana pada saat dilakukan yang terakhir itu kondisi korban sedang drop karena kebetulan korban juga mengidap penyakit TBC yang sudah sampai ke otak. Dan ini nanti kita informasikan lebih lanjut ke pihak dokter karena masih belum dirilis untuk penyebab kematian sebagai hasil otopsinya," beber AKBP Donny.
Seperti diketahui, pelaku kekerasan seksual terhadap bocah 7 tahun bernama K, warga Gayamsari, Semarang, akhirnya terungkap. Pelaku tak lain paman korban yang bernama Ari Yulianto, 22.
Pelaku diamankan ditempat pemakaman pada Rabu (18/10). Penangkapan dilakukan setelah kepolisian melakukan penyelidikan adanya informasi seorang bocah meninggal dengan kondisi tidak wajar saat dilarikan ke rumah sakit Pantiwilasa Semarang, Selasa (17/10) sekitar pukul 18.00 WIB.
"Di mana ditemukan adanya luka pada bagian kemaluan dan bagian anus dari korban. Dari hal tersebut kemudian piket Inafis berkoordinasi dengan Resmob Polrestabes Semarang maupun Polsek Gayamsari untuk menindaklanjuti hal tersebut," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny S Lumbantoruan, kepada Jawa Pos Radar Semarang (Jawa Pos Group), Kamis (19/10).

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
