
Pendaki WNA asal Spanyol yang terjebak di Gunung Merapi selama 12 jam setelah nekat naik secara ilegal. Sumber: Radar Solo
JawaPos.com – Jacinto Cornejoo Denise Del Carmen, pendaki berkebangsaan Spanyol, kedapatan terjebak di Gunung Merapi selama 12 jam, setelah nekat mendaki secara ilegal pada Rabu (13/9) lalu. WNA tersebut diketahui naik ke Gunung Merapi melalui jalur Selo, Boyolali.
Informasi Denise yang terjebak di Gunung Merapi itu, didapat dari laporan seorang agen perjalanan yang sebelumnya dipakai jasanya oleh Denise.
Laporan tersebut menguat, setelah petugas mendapat Denise terekam CCTV melewati pos 1.
Kemudian, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) pun langsung mengirim tim untuk menyelamatkan Denise, pada Kamis (14/9). Petugas naik sekitar pukul 10.15 WIB, dan berhasil membawa Denise turun sekitar pukul 12.03 WIB.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) BTNGM Wilayah II Boyolali-Klaten, Ahmadi, menjelaskan bahwa Denise yang naik secara ilegal itu kesulitan untuk turun.
Kemudian ia menghubungi agen perjalanan yang dipakainya, untuk membantunya mencari pertolongan.
“Pada kejadian (Kamis, 14/9) memang terlewat (kecolongan) dan kebetulan pendaki ini dari Spanyol bertemu dengan orang yang memberikan penjelasan kurang tepat. Sehingga dia tetap naik ke atas," kata Ahmadi, dilansir dari Radar Solo (Jawa Pos Group), Jumat (15/9).
Ahmadi meneruskan, Denise mengalami disorientasi, kehilangan arah dan kondisi yang melemah. Sementara Gunung Merapi sendiri, sampai saat ini memang masih ditutup sejak 2018, lantaran berstatus siaga. Juga, kondisinya berkabut sejak beberapa hari belakangan.
Selanjutnya, Denise diberi pemahaman tentang larangan mendaki di Gunung Merapi dan situasi terkini. Meski tak dijatuhi sanksi secara hukum, namun Denise dinilai tetap bersalah karena melanggar larangan.
“Alhamdulillah masih termonitor dan segara dievakuasi. Jadi sementara secara sanksi di peraturan itu tidak menyebutkan detail. Hanya tidak boleh karena ditutup,” kata Ahmadi.
Denise diwajibkan mengikuti pembinaan bertahap di balai dan penegakan hukum. Ia juga diminta untuk menghapus seluruh dokumentasi yang diambilnya selama pendakian.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
