
ilustrasi penganiayaan anak. Dok JawaPos
JawaPos.com – Penanganan kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya siswa sebuah madrasah tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Wonodadi, Blitar, oleh teman sekolahnya sendiri masih berlangsung.
Kabar terakhir, pemkab melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Blitar memeriksa kejiwaan si pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan psikolog, diketahui tersangka mengaku sangat menyesali tindakannya.
Dia juga tak menyangka apa yang dirinya lakukan berakibat fatal bagi koleganya. ”Dia mengaku tidak merencanakan tindakan kekerasan itu. Tapi, muncul secara spontan lantaran dia tersulut amarah,” kata Kepala UPT PPA Kabupaten Blitar Leliana Novita.
Selain itu, selama dalam tahanan khusus di Polres Blitar Kota, pelaku dikabarkan rutin menjalankan ibadah puasa Senin-Kamis. Bahkan, remaja kelas IX itu juga meminta petugas jaga untuk dibangunkan setiap pukul 02.00 guna menjalankan salat malam.
Itu merupakan bentuk penyesalan atas tindakannya. ’’Pelaku tidak mengira perbuatannya mengakibatkan korban meninggal dunia. Karena tersangka hanya berniat menegur perkataan korban,” ujar Leli.
Seperti diberitakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (25/8). Korban dianiaya tersangka yang berakibat saraf lehernya putus. Sempat dilarikan ke rumah sakit di Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat, nyawa korban tidak tertolong.
Dari hasil pemeriksaan, insiden itu terjadi akibat ketersinggungan. Awalnya pelaku yang berbeda kelas datang ke kelas korban. Lalu, korban menegur dengan menanyakan keperluan pelaku.
Ternyata, pertanyaan itu membuat pelaku tersinggung. Keesokan harinya, pelaku kembali masuk ke kelas korban. Lalu, melakukan penganiayaan. (jar/dit/c7/ris)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
