
Rektor Universitas Jember Iwan Taruna (tengah) memberikan penjelasan terkait perkembangan Covid-19 di kampusnya. Humas Unej/Antara
JawaPos.com–Sebanyak 76 warga Universitas Jember (Unej) baik dosen maupun karyawan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 selama Juli. Hal itu diketahui berdasar hasil tracing dari kontak erat pasien positif.
”Angka penderita sebanyak 76 orang tadi berasal dari hasil tracing dan testing terhadap 144 orang suspect atau mereka yang dicurigai sebelumnya telah melakukan kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Ketua Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Covid-19 (TTDKBC) Unej Ulfa Elfiah seperti dilansir dari Antara di Kabupaten Jember, Jumat (16/7).
Menurut dokter yang juga ketua Unej Medical Unit (UMC) itu, pihaknya sudah memiliki standar prosedur operasi (SOP) dalam melakukan tracing dan testing saat menerima laporan penderita Covid-19 di kampus.
”Jika ada warga Universitas Jember yang menderita Covid-19, akan kami telusuri telah melakukan kontak erat dengan siapa saja dan mereka yang kontak erat itu dikategorikan sebagai suspek,” tutur Ulfa Elfiah.
Dia mengatakan, mereka yang suspek tersebut kemudian diminta melakukan tes usap PCR untuk mengetahui apakah mereka positif Covid-19 atau tidak. ”Khusus untuk Juli, TTDKBC Universitas Jember telah melakukan tracing dan testing kepada 144 orang suspek dengan hasil 76 orang di antaranya terkonfrmasi positif Covid-19,” terang Ulfa Elfiah.
Ulfa juga mengklarifikasi terkait kesimpangsiuran informasi bahwa bukan sebanyak 220 orang warga Unej yang terkonfirmasi positif Covid-19. ”Pada Juni dan Juli, tercatat warga Unej yang positif Covid-19 mengalami peningkatan seiring dengan angka warga yang terpapar virus korona meningkat secara nasional,” ujar Ulfa Elfiah.
Pada Juni, lanjut dia, pihak TTDKBC melakukan tracing dan testing kepada 54 orang suspek dan sebanyak 27 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan pada Juli, jumlahnya meningkat dari 144 suspek tercatat sebanyak 76 orang yang positif.
Sementara itu, Rektor Unej Iwan Taruna mengatakan, secara nasional kasus Covid-19 meningkat. Termasuk di Kabupaten Jember yang mencetak rekor baru di atas 200 kasus dalam sehari.
”Kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Saya mengimbau warga Unej agar tetap menaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah sambil tetap mengikuti kebijakan rektorat,” kata Iwan.
Selama pemberlakuan PPKM darurat, lanjut dia, berlaku kebijakan kerja tiap Senin dan Selasa semua pegawai wajib bekerja dari rumah (work from home).
”Kesempatan itu digunakan untuk melakukan penyemprotan disinfektan dan penyinaran ultraviolet di semua ruangan, sedangkan pada hari kerja lain mengatur hanya 25 persen pegawai yang masuk kerja. Itupun hanya di unit kerja tertentu saja,” tutur Iwan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
