
Pedagang merapikan dagangan cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (31/8/2020). Pedagang mengaku harga cabe rawit merah sekarang di angka Rp 13.000 per kilogram. Hal tersebut disebebkan pasokan cabe dari berbagai daerah melimpah. Pekan kem
JawaPos.com–Harga cabai rawit di pasar tradisional Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terus meroket hingga menembus angka Rp 100.000 per kilogram. Harga cabai rawit yang terus naik dalam beberapa pekan tersebut karena pasokan komoditas pedas itu minim akibat gagal panen selama cuaca ekstrem belakangan ini.
”Harga cabai rawit masih terus naik. Sejak beberapa hari ini sudah mencapai Rp 100.000 per kilogram. Para pedagang kesulitan untuk kulakan karena terlalu tinggi,” ujar Suprapti, pedagang cabai dan kebutuhan pokok di Pasar Sayur Magetan, seperti dilansir dari Antara.
Tingginya harga cabai rawit tersebut membuat pedagang harus menambah jumlah modal untuk kulakan cabai ke pengepul dan petani. Selain mahal, pedagang tidak berani kulakan banyak karena takut busuk. Pedagang juga mengurangi kulakan karena daya beli masyarakat yang menurun akibat mahalnya harga cabai tersebut.
Sementara itu, harga cabai merah besar dan keriting terpantau jauh lebih murah dibandingkan cabai rawit. Di pasar setempat, cabai merah besar hanya Rp 40.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting di kisaran Rp 45.000 hingga Rp 50.000 per kilogram.
Bupati Magetan membenarkan kondisi tingginya harga komoditas cabai rawit di Magetan. Melonjaknya harga cabai tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Magetan, namun juga daerah lain di Tanah Air.
Hal itu, lanjut dia, karena dampak cuaca ekstrem sehingga banyak tanaman cabai rawit gagal panen yang mengakibatkan pasokan di pasaran minim. Pihaknya terus mendorong petani hortikultura di Kabupaten Magetan untuk memperluas area tanam cabai sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar saat terjadi gagal panen.
”Saat ini Kabupaten Magetan telah menambah lahan penanaman cabai seluas 60 hektare di Desa Nglopang, Desa Trosono, dan Desa Sayutan Kecamatan Parang dengan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Tunas Agro Persada. Saat ini lahan cabai tersebut sedang panen. Hal tersebut merupakan momen yang tepat, karena panen raya bertepatan saat harga cabai sedang melambung,” ujar Bupati Suprawoto.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim Drajat Irawan mengatakan, kenaikan harga cabai di beberapa daerah dipicu tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Sehingga, sentra penghasil komoditas cabai rawit gagal panen dan ketersediaan berkurang.
”Selain curah hujan yang tinggi, di beberapa sentra yang berada di dataran tinggi berdasarkan laporan yang kami terima mengalami serangan hama dan penyakit,” kata Drajat.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/dVYcOvbFQcQ

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
