
BERBISIK: Bobby Nasution mendengarkan keluhan warga yang sambil berbisik di Kota Medan, Jumat (9/10). (For JawaPos.com)
JawaPos.com - Dampak yang paling dirasakan masyarakat semenjak adanya pandemi covid-19 adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) dan siswa harus belajar dari rumah alias mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring.
Dua situasi ini sangat dirasakan warga Kota Medan. Nur Aida Lubis, warga Kelurahan Pangkalan Mahsyur Kecamatan Medan Johor, mengaku anaknya terkena program PHK dari tempat kerja.
"Sedih kali rasanya hati ini melihat anak-anak dirumahkan. Mereka tidak ada pekerjaan. Kami tidak bisa membantu," ungkap Nur Aida. Dia berharap pemerintah daerah menyiapkan solusi agar dibukakan lapangan kerja.
Berbeda dengan Samida. Semenjak pemerintah menetapkan PJJ bagi siswa sekolah, dirinya merasa kesulitan. Apalagi harus membimbing anak-anaknya belajar di rumah. Anaknya berinteraksi soal pelajaran sekolah hanya melalui gawai. Namun untuk menghubungkan dengan guru, gawainya harus memiliki paket data internet.
"Dalam masa Covid ini makin sulit, anak-anak sekolah perlu biaya paket data. Bantuan tidak merata kami rasakan," kata Samida mengadu kepada Bobby.
Keluhan-keluhan itu diungkapkan warga saat mereka bertemu Bobby Nasution yang berkunjung ke rumah warga di Jalan Karya Muda Kelurahan Pangkalan Mahsyur Kecamatan Medan Johor pada Jumat (9/10).
Bobby menyebut, sebetulnya bantuan untuk warga yang terkena dampak Covid-19 sudah disalurkan dari pemerintah pusat dengan beragam instrumen. Jika ada warga yang tidak mendapat bantuan atau bantuannya tidak tepat sasaran, maka itu persoalannya dari data. "Data itu dari pemerintah daerah (pemda). Berarti sistem pendataan dari pemda tidak akurat," kata Bobby.
Baca juga: Rekannya Banyak Dirumahkan dan Di-PHK, Buruh KSPN Urung Mogok Nasional
Maka dari itu, kata Bobby, salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan Pemkot Medan ke depan adalah menyiapkan sistem pendataan warga dengan akurat, yang memiliki standar akurasi yang baik.
Untuk lapangan kerja, imbuh menantu Presiden Jokowi itu, sektor UMKM harus dioptimalkan. UMKM meski kecil tapi mampu menyerap tenaga kerja satu dua orang. Setidaknya jika UMKM, kuat warga tidak berpikir lagi untuk bekerja di perusahaan.
Warga yang terkena PHK pun siap menjalani hidup dengan menekuni wirausaha yang dimulai dari kelas UMKM. "UMKM ini dapat mengurangi jumlah penganggur," kata suami Kahiyang Ayu itu.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=eUAeiwZ-2hU&ab_channel=jawapostvofficial

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
