
Pemkot Denpasar tutup kembali fasilitas publik akibat lonjakan Covid-19. I Komang Suparta/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Kota Denpasar, Bali, memutuskan untuk kembali menutup sementara fasilitas publik. Di antara yang ditutup itu, yakni Lapangan Lumintang, Taman Kota, dan Lapangan Puputan Badung, seiring meningkatnya klaster pandemi Covid-19.
”Meningkatnya intensitas persebaran kasus Covid-19 di Denpasar, sehingga fasilitas umum yang menyebabnya terjadi kerumunan massa untuk sementara ditutup lagi,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Minggu (13/9).
Dia mengatakan, langkah yang diambil Pemkot Denpasar itu sebagai upaya mencegah klaster fasilitas publik pandemi Covid-19. Penularan yang semakin meningkat terjadi sejak diterapkan adaptasi kebiasaan baru beberapa pekan belakangan ini. Tak hanya di Kota Denpasar, hampir sebagian besar daerah mengalami lonjakan kasus Covid-19.
”Kasus Covid-19 mengalami lonjakan. Untuk itu, kita harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Untuk sementara waktu, tiga fasilitas publik, yakni Lapangan Lumintang, Lapangan Puputan Badung, dan Taman Kota Lumintang ditutup kembali guna mengurangi kerumunan dan keramaian,” ujar I Dewa Gede Rai.
Dewa Rai mengatakan, penutupan tiga fasilitas publik itu hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal itu sembari menunggu evaluasi penanganan dan rekomendasi dari GTPP Covid-19.
”Saat ini, kasus persebaran Covid-19 di Kota Denpasar mengalami peningkatan. Mohon masyarakat untuk sementara tidak datang ke tiga tempat tersebut, baik untuk berolahraga maupun berekreasi, masyarakat diimbau untuk berolah raga di rumah saja. Masyarakat agar bisa memaklumi demi kebaikan dan kesehatan kita bersama,” tutur I Dewa Gede Rai.
Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar itu menambahkan, Pemkot Denpasar terus berkomitmen untuk mendukung bergeraknya perekonomian masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Sehingga, fasilitas publik yang memungkinkan untuk penerapan disiplin protokol kesehatan masih tetap dibuka.
”Jadi tidak semuanya ditutup, melainkan yang memiliki resiko tinggi penularan yang tidak terkendali. Sejauh ini, lapangan dan taman kota ramai dikunjungi hingga larut malam, sehingga dikhawatirkan menjadi klaster baru akibat tidak terkendalinya kerumunan masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memaklumi dan semoga Covid-19 segera tertangani dengan baik,” kata I Dewa Gede Rai.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=XvXub-Y6CNM

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
