
Dinkes Magetan memeriksa kesehatan ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Desa Temboro, Magetan, sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing pada Senin (13/4). Louis Rika/Antara
JawaPos.com–Penderita Covid-19 di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, kini mencapai 20 kasus atau bertambah 17 orang melalui penyebaran klaster santri yang pulang dari ponndok pesantren di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
”Penambahan ini merupakan kasus positif pertama hasil pelacakan(tracing) kontak santri yang pulang dari Jatim,” ungkap Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Kabupaten Luwu Utara Komang Krisna seperti dilansir dari Antara.
Hingga 2 Mei, jumlah pasien positif Covid-19 di Luwu Utara tercatat 20 orang. Kasus positif pertama telah melalui proses karantina di Makassar. Selanjutnya di-tracing dari kasus pertama sehingga ditemukan jumlah positif tersebut. Kemudian, hasil itu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan PCR tahap I terhadap 15 santri. Hasilnya, ditemukan dua santri yang positif diketahui berdomisili di Bonebone, Luwu Utara.
Guna melacak penyebarannya, dilaksanakan pemeriksaan PCR tahap II. Dari 41 santri yang diambil sampel swab hidung dan tenggorokan, sesuai hasil dikeluarkan Balai Besar Labolatorium Kesehatan (BBLK) Makassar, terdapat 17 kasus yang terkonfirmasi positif. Informasi ini didapatkan langsung dari Dinas Kesehatan Provinsi.
”Berawal dari satu kasus, kemudian ditemukan dua kasus. Hingga hari ini, bertambah 17 santri. Total ada 20 kasus. Para santri ini dibawa ke Makasssar untuk dilakukan karantina di salah satu hotel di Makassar. Rencananya, keluarga santri juga akan dilacak guna memastikan di Luwu Utara apakah sudah masuk transmisi lokal atau tidak,” ucap Komang.
Sebelumnya, 73 santi dari pesantren Al Fatah, Temboro, Jawa Timur yang tiba Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjalani pemeriksaan rapid test . Saat itu, ditemukan ada yang reaktif dan ada nonreaktif. Sehingga Dinkes Sulsel merekomendasikan santri non reaktif dipulangkan masing-masing di Luwu Utara dan kasus reaktif dikarantina.
Namun setelah dipulangkan, Tim Gerak Cepat (TGC) Dinkes Luwu utara mengambil inisatif melakukan kontak tracking dengan mengambil sampel swab hidung dan tenggorokan kepada seluruh santri yang pulang bersama BBLK Makassar. ”Bila tinggal diam dan tidak merespons serta memeriksa, akan sangat berbahaya bagi masyarakat. Makanya, kita melakukan itu,” papar Komang.
Sampai saat ini, pihaknya terus mencari kasus-kasus tersebut untuk dilakukan pemeriksaan swab hidung dan tenggorokan. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan tahap III dengan jumlah sampel 48 orang, termasuk 20 sampel dari kasus positif pertama di Palopo yang ada di RSUD Sawerigading. ”Untuk kasus positif di Palopo, kita sudah lakukan kontak tracing dan hasilnya ada 20 orang yang kontak erat,” kata Komang.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=afqpCNyHbmg
https://www.youtube.com/watch?v=A1NZ5K9giOM
https://www.youtube.com/watch?v=xn7lMzSZIj8

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
