Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Mei 2020 | 16.57 WIB

Kasus Positif Covid-19 di Luwu Utara dari Santri Temboro

Dinkes Magetan memeriksa kesehatan ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Desa Temboro, Magetan, sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing pada Senin (13/4). Louis Rika/Antara - Image

Dinkes Magetan memeriksa kesehatan ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Desa Temboro, Magetan, sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing pada Senin (13/4). Louis Rika/Antara

JawaPos.com–Penderita Covid-19 di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, kini mencapai 20 kasus atau bertambah 17 orang melalui penyebaran klaster santri yang pulang dari ponndok pesantren di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

”Penambahan ini merupakan kasus positif pertama hasil pelacakan(tracing) kontak santri yang pulang dari Jatim,” ungkap Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Kabupaten Luwu Utara Komang Krisna seperti dilansir dari Antara.

Hingga 2 Mei, jumlah pasien positif Covid-19 di Luwu Utara tercatat 20 orang. Kasus positif pertama telah melalui proses karantina di Makassar. Selanjutnya di-tracing dari kasus pertama sehingga ditemukan jumlah positif tersebut. Kemudian, hasil itu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan PCR tahap I terhadap 15 santri. Hasilnya, ditemukan dua santri yang positif diketahui berdomisili di Bonebone, Luwu Utara.

Guna melacak penyebarannya, dilaksanakan pemeriksaan PCR tahap II. Dari 41 santri yang diambil sampel swab hidung dan tenggorokan, sesuai hasil dikeluarkan Balai Besar Labolatorium Kesehatan (BBLK) Makassar, terdapat 17 kasus yang terkonfirmasi positif. Informasi ini didapatkan langsung dari Dinas Kesehatan Provinsi.

”Berawal dari satu kasus, kemudian ditemukan dua kasus. Hingga hari ini, bertambah 17 santri. Total ada 20 kasus. Para santri ini dibawa ke Makasssar untuk dilakukan karantina di salah satu hotel di Makassar. Rencananya, keluarga santri juga akan dilacak  guna memastikan di Luwu Utara apakah sudah masuk transmisi lokal atau tidak,” ucap Komang.

Sebelumnya, 73 santi dari pesantren Al Fatah, Temboro, Jawa Timur yang tiba Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjalani pemeriksaan rapid test . Saat itu, ditemukan ada yang reaktif dan ada nonreaktif. Sehingga Dinkes Sulsel merekomendasikan santri non reaktif dipulangkan masing-masing di Luwu Utara dan kasus reaktif dikarantina.

Namun setelah dipulangkan, Tim Gerak Cepat (TGC) Dinkes Luwu utara mengambil inisatif melakukan kontak tracking dengan mengambil sampel swab hidung dan tenggorokan kepada seluruh santri yang pulang bersama BBLK Makassar. ”Bila tinggal diam dan tidak merespons serta memeriksa, akan sangat berbahaya bagi masyarakat. Makanya, kita melakukan itu,” papar Komang.

Sampai saat ini, pihaknya terus mencari kasus-kasus tersebut untuk dilakukan pemeriksaan swab hidung dan tenggorokan. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan tahap III dengan jumlah sampel 48 orang, termasuk 20 sampel dari kasus positif pertama di Palopo yang ada di RSUD Sawerigading. ”Untuk kasus positif di Palopo, kita sudah lakukan kontak tracing dan hasilnya ada 20 orang yang kontak erat,” kata Komang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=afqpCNyHbmg

 

https://www.youtube.com/watch?v=A1NZ5K9giOM

 

https://www.youtube.com/watch?v=xn7lMzSZIj8

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore