Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Maret 2019 | 17.19 WIB

Banjir Terjang Tol, Contraflow Diberlakukan

Banjir di Jawa Timur merendam sejumlah ruas tol Trans Iawa. Lalu lintas dialihkan. - Image

Banjir di Jawa Timur merendam sejumlah ruas tol Trans Iawa. Lalu lintas dialihkan.


Jika dibutuhkan lima sudetan, sedangkan baru dua yang terealisasi, potensi meluapnya aliran Bengawan Solo di kali-kali atau aliran yang dilalui masih akan terus terjadi. Karena itu, tidak heran jika Lamongan dan Bojonegoro juga dilanda banjir sebagaimana yang terjadi di Madiun. Banjir di wilayah itu terjadi di 39 desa di 8 kecamatan. "Saya akan terus berkoordinasi dengan bupati (Ahmad Dawami, Red) satu minggu ke depan," kata Khofifah setelah meninjau sejumlah lokasi banjir kemarin.


Khofifah meminta penanganan selama masa tanggap darurat berlangsung maksimal. Karena itu, pemkab diminta memperhatikan kebutuhan para pengungsi. Mulai kecukupan makanan, sanitasi, air bersih, layanan kesehatan, hingga pakaian pantas. Sebab, hingga kemarin siang setidaknya ada 300-an pengungsi di posko Kecamatan Balerejo dan Balai Desa Garon. "Hasil peninjauan sudah baik. Tapi kan (masa tanggap darurat, Red) cukup lama," ujarnya.


Khofifah juga meminta Kementerian Sosial (Kemensos) meningkatkan jumlah timnya. Mereka diharapkan bisa membantu proses tanggap darurat. Sebab, ada sederet kegiatan rekonstruksi dampak banjir yang melibatkan banyak organisasi perangkat daerah (OPD). Antara lain dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) hingga dinas pertanian dan peternakan (disperta). "Para relawan dan teman-teman (media) juga harus mengawal," tutur mantan menteri sosial tersebut.


Menurut Khofifah, salah satu penyebab banjir parah adalah jebolnya tanggul aliran Kali Jerowan di salah satu desa di Kecamatan Balerejo. Infrastruktur yang rusak itu salah satu lokasi yang ditinjaunya. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berjanji memperbaiki infrastruktur itu dalam waktu dekat. Namun sebatas memasang beronjong. Sebagai langkah preventif menahan agar kerusakan tidak parah. Pihaknya berharap ada solusi jangka panjang dengan membangun plengsengan. "BBWS masih menghitung berapa kilometer yang dibutuhkan (untuk pembangunannya, Red)," ujar dia.


Akses Pacitan-Ponorogo Tertutup Longsoran


Sementara itu, banjir besar yang disertai tanah longsor di Pacitan datang lagi. Tidak hanya merusak permukiman warga, tapi juga infrastruktur. Puluhan titik di jalur Pacitan-Ponorogo menutup akses antarkabupaten itu. "Sepanjang jalan banyak yang longsor. Bahkan, longsorannya sampai menutup separo jalan," kata Johan, salah seorang pengguna jalan tersebut, kemarin.


Meski sebagian material longsor telah dibersihkan, ungkap Johan, timbunan lumpur sisa longsoran masih membahayakan karena licin saat dilalui. Sebagian tepat berada di tikungan sehingga membahayakan saat berkelok.


Bukan hanya material longsor, derasnya aliran Sungai Grindulu juga membuat tebing jalan di jalur Pacitan-Ponorogo terkikis. Erosi terjadi di beberapa titik. Terparah di Desa Ngreco, Tegalombo, dan Bolosingo, Pacitan. Jembatan di sana juga putus. Akibatnya, 242 kepala keluarga di Desa Kemuning dan Ngreco terisolasi.


Selain itu, banjir melanda Ponorogo dalam dua hari terakhir. Enam kecamatan tergenang, yakni Ponorogo, Siman, Balong, Kauman, Slahung, dan Sukorejo. Ketinggian air mulai 10 hingga 100 sentimeter. Sebanyak 455 warga harus diungsikan. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore