
PROYEK JALAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melihat kondisi di flyover Kretek, Brebes, Kamis (17/1).
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana membangun jalan baru di bawah flyover Kretek, Paguyangan, Brebes. Langkah ini diambil menyusul sering terjadinya musibah kecelakaan yang mengakibatkan timbulnya banyak korban jiwa di sana.
Semisal, di tahun 2018 kemarin saja sudah terjadi 2 kecelakaan yang menyita perhatian publik. Kejadiannya serupa, yakni kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk muatan serta sejumlah kendaraan lain hingga menimbulkan banyak korban jiwa berjatuhan. Tepatnya pada bulan Mei dan Desember tahun lalu.
Pemicu kecelakaan di sana pun serupa. Bermula dari truk bermuatan overload yang nekat melintas di atas flyover tersebut. Tak bisa menahan beban, akhirnya kendaraan mengalami kendala dan berujung pada kecelakaan.
Tingginya intensitas kecelakaan di lokasi tersebut juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diterjunkan ke lokasi tersebut melakukan investigasi.
Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian Pemprov Jateng. Gubernur Ganjar Pranowo bahkan di sela kunjungan kerjanya selama dua hari di Brebes, menyempatkan diri untuk melihat secara langsung kondisi flyover yang baru difungsikan pada 2017 lalu.
"Akan buat jalur baru kendaraan berat nantinya tidak lewat atas (flyover). Desember sudah lelang tinggal penetapan, Senin besok kita rapatkan termasuk PT KAI kita minta dukungannya agar kita lebih cepat untuk menyelamatkan warga agar warga merasa aman," kata Ganjar, Kamis (17/1).
Politisi PDIP itu membeberkan, pembangunan flyover Kretek awalnya untuk mengurai kemacetan di lokasi tersebut. Memang, kemacetan langsung teratasi semenjak flyover dibangun. Namun, siapa sangka persoalan lainnya muncul.
Lebih jauh, selain pembuatan jalur baru tersebut, pemerintah memastikan bakal mengoptimalkan jembatan timbang di Ajibarang. Ia meminta petugas di sana serius untuk melarang kendaraan overload melintasi flyover Kretek.
Karena menurut penuturan warga sekitar, masih saja ada pengemudi truk yang diam-diam melintas di sana saat malam hari. "Saya minta dipasang CCTV sehingga dapat dideteksi dan diambil tindakan," tegasnya.
Opsi untuk melancarkan tindakan represif dimungkinkan guna mengatasi sopir dan pengusaha nakal. Kata Ganjar, mereka-mereka yang tetap nekat melintas meski membawa muatan berlebih, bakal disanksi tegas. Kalau perlu nanti akan kami cabut izin usahanya.
"Saya minta kepada masyarakat, taati aturan, ikuti sesuai ketentuan, sehingga bisa mengurangi risiko dari kecelakaan," tandasnya.
Sementara, Kabid Reservasi Direktorat Jenderal Bina Marga Balai VII, Birviq Ady S menjelaskan, jalan baru alternatif yang dibangun nanti letaknya di bawah flyover Kretek. Difungsikan sebagai jalur bagi truk-truk bermuatan berat. "Jadi nanti truk bermuatan berat tidak boleh lewat atas, tapi lewat jalan baru yang akan kami bangun," ucapnya.
Untuk proses pembangunannya, kata Ady, hingga kini sudah berjalan. "Proses sudah berjalan, tinggal nunggu kontrak saja," tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
