
Rusli Chan, Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia
JawaPos.com - Data perusahaan asuransi menyebutkan, ada lima penyakit yang paling sering di klaim oleh masyarakat di tanah air yang menjadi nasabah. Kelimanya adalah penyakit kritis yang bisa mengancam jiwa seseorang.
Rusli Chan, Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia menjelaskan, kelima penyakit itu antara lain, kanker, stroke, ginjal kronis, jantung dan hipertensi.
"Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun lalu, prevalensinya mengalami kenaikan," kata Rusli saat meluncurkan PRUCritical Benefit 88, di Kota Medan, Rabu (15/1).
Data yang dihimpun, kasus hipertensi mengalami kenaikan dari 25.8 persen menjadi 34.1 persen. Sedangkan prevalensi stroke naik dari 7 persen menjadi 10.9 persen, sementara penyakit ginjal kronis naik dari 2 persen menjadi 3.8 persen dan kanker naik dari 1.4 persen menjadi 1.8 persen.
Untuk pengobatannya, penyakit yang tergolong sebagai Penyakit Tidak Menular (PTM) ini, tak jarang merogoh kocek yang dalam. Bahkan, tak sedikit juga yang bangkrut karena penyakit.
Rusli menjelaskan, data World Health Organization (WHO) menunjukkan, PTM diperkirakan menjadi penyebab 73 persen kematian di Indonesia. Penelitian ASEAN Cost in Oncology (ACTION) pada 2014-2015 mengungkapkan bahwa, dari 9.513 pasien pengidap kanker hampir 50 persennya mengalami kebangkrutan. Sedangkan 29 persen meninggal dunia.
"Berjuang melawan penyakit kritis sangat menguras emosi serta fisik pasien dan keluarganya. Dapat mengganggu perencanaan keuangan," ungkapnya.
Asuransi diklaim menjadi hal yang penting sebagai langkah pencegahan kebangkrutan. Sebagai perusahaan asuransi, Prudential berjanji akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabahnya.
"Nasabah dapat memanfaatkan uang perlindungannya untuk membantu biaya pengobatan rumah sakit, dan juga biaya hidup," ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, mau tidak mau setiap orang harus tetap menjalani pola hidup sehat. Meskipun di tengah rutinitas yang begitu padat.
Kebiasaan seperti merokok, tidak olahraga rutin, kurang makan buah dan sayur serta kebiasaan makan tidak teratur adalah faktor-faktor risiko utama penyebab PTM.
"Saat ini, usia muda bahkan tidak menjamin seseorang terbebas dari ancaman penyakit kritis. Masyarakat harus mulai menaruh perhatian, karena dampak dari penyakit kritis bukan saja kematian dan kecacatan, namun beban keuangan berupa biaya rumah sakit, dan biaya hidup," tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
Panser Biru Tanggapi Sanksi PSIS dan Larangan 6 Kali Away Usai Kericuhan di Ciamis
Ganggu Lingkungan Pemkot Surabaya Segel Usaha Potong Ayam di Tengah Kampung Bratang Gede
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Prediksi Skor Flamengo vs Estudiantes: Misi Tuan Rumah Amankan Tiket Final Copa Libertadores 2026
Prediksi Skor PSBS Biak vs Barito Putera: Laskar Antasari Berpeluang Menang Telak
Prediksi Skor Alaves vs Malaga: Tuan Rumah Berpeluang Menang Satu Gol
Profil Kalam Salan, Anggota Parlemen Malaysia yang Kritik Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022