
BLOKADE JALAN: Kondisi aksi yang dilakukan para pengusaha di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Rabu (9/1).
JawaPos.com - Para pengusaha di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Palembang meradang, Rabu (9/1). Pasalnya sejak penerapan kebijakan larangan parkir diberlakukan, omzet para pemilik ruko di kawasan tersebut turun drastis.
Hal ini diperparah dengan tindakan Dinas Perhubungan setempat yang melakukan penggembokan kendaraan para pelanggan yang hendak bertransaksi. Kemarahan para pengusaha pun memuncak melihat aksi tersebut dan langsung melakukan aksi blokade di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Rabu (9/1).
Berdasarkan pantauan, akibat blokade tersebut kemacetan panjang terjadi di Jalan Sudirman hingga akhirnya personel polisi dan TNI diturunkan untuk mengatasi kemacetan tersebut.
Ketua Persatuan, Pemilik, Pengguna dan Pemakai Ruko di Kawasan Jenderal Sudirman, Palembang Syahriah Aziz mengatakan kebijakan larangan parkir ini telah dilakukan sejak Asian Games lalu atau sekitar enam bulan.
Kondisi ini membuat pendapatan para pengusaha ini pun turun drastis hingga 70 persen. "Kalau ini terus berlangsung maka bagaimana nasib usaha kami? Siapa yang akan menjaminnya?," kata Aziz saat ditemui disela aksi, Rabu (9/1).
Sebelumnya, Aziz dan para pengusaha lainnya sempat melayangkan surat protes kepada Wali Kota dan Gubernur. Namun, tidak juga ditanggapi. Dirinya bersama pengusaha tentu sangat mendukung terlaksananya Asian Games. Tapi, pemerintah tidak memperhatikan para pengusaha.
Hingga, Rabu (9/1) kekesalan para pengusaha memuncak saat motor milik pelanggan yang tengah parkir diangkut oleh Dishub. "Kami sudah muak, ada dua motor yang sudah diangkat jadi kami tahan dan mereka (Dishub) tidak jadi pergi membawa motor," tegasnya.
Ia berharap kebijakan ini dicabut dan aksi yang dilakukan kali ini sebagai bentuk protes atas kebijakan yang tidak berpihak kepada para pengusaha di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Palembang.
"Ada sekitar 200 pengusaha yang berjualan di sepinggir kawasan Sudirman ini," tutupnya.
Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan kebijakan ini merupakan keputusan dari Wali Kota Palembang dan hukumnya sudah jelas dan saat ini regulasi tersebut tetap berlaku.
"Silakan saja kalau berunjuk rasa tapi jangan menganggu ketertiban umum apalagi membuat kemacetan," singkatnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
