
MINTA MAAF: Merasa tersinggung, warga Boyolali menuntut kepada capres nomor urut 02, Prabowo Subianto agar meminta maaf atas pidatonya yang dirasa melecehkan warga Boyolali, Minggu (4/11).
JawaPos.com – Pidato capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Boyolali baru-baru ini berbuntut panjang. Merasa dilecehkan, warga Boyolali pun mengadakan aksi besar-besaran dengan turun ke jalan, Minggu (4/11).
Aksi tersebut sebagai bentuk ekspresi warga atas kekecewaan, kemarahan, dan juga sakit hati atas pidato mantan Danjen Kopassus yang tengah viral di media sosial.
Warga Boyolali perwakilan dari 19 kecamatan pun turun ke jalan. Mereka mayoritas mengendarai kendaraan roda dua. Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah spanduk dengan beragam tulisan aspirasi. Salah satu yang menonjol yakni desakan kepada Prabowo agar meminta maaf.
Warga diketahui sudah mulai memadati jalan di pusat kota Boyolali sejak Minggu (4/11) pagi. Mereka datang dari berbagai daerah di Boyolali. Bahkan, jumlah peserta yang turun ke jalan ini diperkirakan lebih dari 20 ribu orang. Tidak heran jika kondisi ini sempat membuat jalan arah Solo-Semarang mengalami kemacetan. Semakin siang, jumlah warga Boyolali yang turun ke jalan juga bertambah banyak.
Sejumlah petugas kepolisian dari Polres Boyolali pun disiagakan di beberapa titik untuk mengatur lalu lintas. Salah seorang warga Boyolali, Bibit Cahyo Wiyono, 40, menegaskan bahwa dirinya merasa tersakiti dengan apa yang disampaikan oleh Prabowo saat berpidato di Tegal Gede, Boyolali, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sebagai sosok negawaran, Prabowo tidak seharusnya menyampaikan kata-kata seperti itu. "Saya sebagai warga Boyolali tergerak untuk ikut aksi ini karena saya juga merasa tersakiti. Pak Prabowo seharusnya bisa memilah dan memilih kata-kata yang sesuai dan tidak membuat warga tersakiti," tegasnya di sela-sela aksi.
Bupati Boyolali, Seno Samodro sendiri memang memberikan izin kepada warga Boyolali untuk mengekspresikan perasaannya terhadap pidato Prabowo Subianto. Bupati tidak membatasi siapa pun yang akan ikut turun ke lapangan. Seluruh warga Boyolali dengan berbagai jabatan diperbolehkan ikut aksi.
"Tidak kami batasi, siapa pun boleh. Baik itu kepala desa juga boleh. Ini sebagai bentuk ekspresi masyarakat," ungkapnya.
Konvoi kendaraan pun dilegalkan dalam aksi ini. Sehingga, tidak heran jika selama aksi banyak kendaraan dengan knalpot wor yang berlalu lalang di jalanan Boyolali. Bupati hanya berpesan, aksi ini jangan sampai disisipi tindakan anarkistis. Ia ingin agar seluruh peserta aksi bisa menjaga perilakunya dan menyampaikan ekspresi secara bermartabat.
"Jangan sampai anarkistis, konvoi boleh," katanya. Selain di jalanan, warga juga menghadiri Forum Boyolali Bermartabat yang diadakan di Balai Sidang Mahesa, Boyolali, Jateng, Minggu (4/11).
Dalam forum ini ada beberapa tokoh yang menyampaikan sambutannya. Mulai dari tokoh berpengaruh di Boyolali yang juga kakak kandung bupati, Seno Kusumoharjo; Ketua DPRD Boyolali, S. Paryanto; Bupati Boyolali, Seno Samodro; pun tokoh lainnya.
Untuk diketahui, saat peresmian posko pemenangannya di Boyolali, Prabowo menyebut warga Boyolali tidak mampu masuk hotel berbintang lantaran tidak memiliki tampang orang kaya.
Berikut ini kutipan kalimat yang diucapkan oleh Prabowo Subianto dalam video berdurasi 58 detik yang viral di medsos.
Hotel-hotel mewah sebut saja hotel di dunia yang paling mahal ada di Jakarta, ada Ritz Charlton, ada Waldorf Astoria. Namanya saja kalian nggak bisa sebut, dan macam-macam itu semua. Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul? (betul jawab peserta). Dan kalau masuk, mungkin kalian diusir. Mungkin tampang-tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian tampang Boyolali ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
