
Gedung proyek tampak sepi dari aktivitas pembangunan, Kamis (1/11).
JawaPos.com - Kondisi tiga pekerja yang terjatuh dari lantai 5 tempat mereka bekerja di proyek pembangunan hotel, Jalan Singosari, Semarang Selatang, Kota Semarang berangsur membaik. Dua dari mereka sudah sadarkan diri.
"Ini sudah nggak apa-apa, sudah sadarkan diri," ujar Sukarti yang mengaku sebagai nenek korban Muhammad Rifky, 22, saat dijumpai di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Kariadi, Kamis (1/11).
Dikatakan Sukarti, Rifky sempat berbicara kepadanya. Bahkan, mencoba bangun dari kasurnya namun keburu dicegah dan diminta untuk istirahat terlebih dahulu. "Dia sudah dua bulan nggak pulang. Tahu-tahu kok ya ada kabar begini," sambungnya.
Sukarti sendiri mengaku langsung menuju lokasi rumah sakit, dari kediamannya di Tagian, Kelurahan, Jatirogo, Bonang, Kabupaten Demak, setelah mendengar kabar bahwa cucunya bersama rekan-rekannya mengalami kecelakaan kerja pada Rabu (31/10).
Sekedar diketahui, untuk korban luka yang sempat kritis selain Rifky, ada Sabik, 25, dan Hadi Murtado, 30. Kesemuanya adalah warga Tagian, Kelurahan Jatirogo, Bonang, Kabupaten Demak.
Sementara Hadi yang terbaring di lokasi beda bilik ruangan, nampak sudah membuka matanya. Akan tetapi, dia tak banyak melakukan aktivitas karena kondisi luka bisa dikata cukup parah. Dengan lebam di sekitar wajah. "Pihak proyek katanya mau menjamin, ya semoga cepat sembuh saja," kata Mundir, yang mengaku sebagai adik korban.
Sedangkan, Sabik yang ditempatkan di ruangan berbeda belum bisa ditemui wartawan. Pihak keluarga tidak bersedia dimintai keterangannya hingga saat ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, enam orang pekerja proyek sebuah hotel berlantai 10, terjatuh dari lantai lima di tempat mereka bekerja di Jalan Singosari Raya RT 8 RW 5, Kelurahan Wonodri, Kota Semarang. Akibatnya, tiga dari mereka tewas. Satu di lokasi kejadian dan dua lainnya saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Menurut Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Dedi Mulyadi mengatakan, peristiwa kecelakaan kerja terjadi pada Rabu (30/10) malam sekitar pukul 21.25 WIB. Ia menyebut, saat itu para pekerja proyek tengah menaikkan material bangunan pasir ke lantai delapan dengan menaiki katrol.
Tiga korban tewas antara lain, Fatkhul Mujib, 20, warga Dusun Lukas, Keluraham Kalimargo, Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Nasrin, 40, warga Dusun Jumo, Kelurahan Jumo, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, dan Latifatul Asror, 39, warga Nagrog, Pasir Jati, Ujungberung, Kota Bandung.
Dedi mengatakan, kini pihaknya tengah menyelidiki penyebab terjatuhnya enam orang pekerja proyek itu tadi. "Kami akan memeriksa saksi, termasuk pemiliknya," jelasnya kepada wartawan, Kamis (31/10).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
