
ILUSTRASI: Pilpres 2019
JawaPos.com - Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menjadi perbincangan. Video yang memuat permintaannya agar sejumlah oknum berpakaian ASN untuk mendukung Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi), viral di dunia maya. Selain menuai reaksi dari ribuan netizen, pernyataan Hendrajoni juga turut dikomentari pengamat politik Najmudin Rasul.
Menurut Najmudin, aksi Hendrajoni sama saja membuat gaduh kontestasi politik di daerah. Apalagi Hendrajoni adalah kepala daerah yang seharusnya netral dalam bersikap.
"Sebagai kepala daerah dan aktor politik, seharusnya dia (Hendrajoni) membuat suasana politik kondusif, bukan sebaliknya," kata dosen Universitas Andalas (Unand) itu, Rabu (26/9).
Najmudin menganggap aksi tersebut cerminan kurang pahamnya Bupati Pesisir Selatan dengan etika politik. Terlebih UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 Ayat 2 melarang tim kampanye mengikutsertakan pejabat negara, struktural dan sebagainya. "Bawaslu juga harus pro aktif mencari kebenaran video ini," bebernya.
Sebelumnya, viral di facebook video Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang terang-terangan meminta oknum berpakaian ASN untuk mendukung Jokowi. Dalam video berdurasi 40 detik itu, Hendrajoni terlihat menekankan agar penerima bantuan mengingat-ingat Jokowi sebagai pemberi bantuan.
"Ini dari siapa?" tanya Hendrajoni dalam cuplikan video. Lalu dijawab "dari Jokowi". "Tau kan Jokowi? ingat ya. Bantuan sarana dan prasarana destinasi wisata sebesar Rp 320 juta, dari mana bantuan ini? dari Jokowi, ya" kata Hendrajoni mengulang-ngulang ucapan tersebut pada para penerima bantuan secara simbolis.
Terkait ini, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni saat dikonfirmasi hanya menjawab singkat. Dia tidak menjelaskan kapan kegiatan itu berlansung dan di mana lokasinya. Namun, ia membantah kampanye kepada ASN. "Bantuannya untuk Wali Nagari dari Pemerintah Pusat. Bukan untuk PNS," jawab singkat Hendrajoni kepada JawaPos.com melalui pesan Whatshapp-nya.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan juga belum mau berkomentar banyak terkait viralnya video tersebut. Bawaslu belum menggubris apakah itu termasuk pelanggaran kampanye atau bukan.
"Bawaslu Pesisir Selatan sedang menelusuri informasi tentang video yang beredar," jawab Ketua Bawaslu Pesisir Selatan Erman Wadison melalui pesan Whatshappnya pada JawaPos.com.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
