Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 September 2018 | 19.03 WIB

Safari Ma'ruf Amin Berpotensi Picu Polemik Baru

KH. Ma - Image

KH. Ma

JawaPos.com - Bakal Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menggelar safari pesantren di Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng). Langkah tersebut diyakini tidak akan memberikan efek dukungan maksimal dari kader Nahdlatul Ulama (NU). Apalagi pesantren yang didatangi Ma'ruf Amin merupakan basis NU struktural.


Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam mengatakan, Jatim memang merupakan bagian NU. Tapi Ma'ruf Amin bakal menemui kesulitan untuk meraih dukungan Nahdliyin rasional. Apalagi terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai pendamping Joko Widodo menuai pro dan kontra di kalangan Nahdliyin.


"Safari Kiai Ma'ruf Amin ke Jatim sesungguhnya strategis karena Jatim basis Nahdliyin dan kiai sepuh. Tetapi saya pikir hanya menguatkan basis suara Nahdliyin struktural dan masih sulit meraih suara swing voters NU kultural," kata Surokim kepada JawaPos.com, Selasa (4/9).


"Punjer (pusat, Red) kiai sepuh di Jatim semakin sulit diidentifikasi saat ini dan semakin banyak menyebar ke tokoh kultural. Tidak selalu ada di jajaran struktural NU, juga membuat roadshow untuk meraih dukungan simbolik semakin sulit. Karena menyebar ke banyak tokoh kiai saat ini," sambungnya.


Masih ada faktor lain yang membuat Nahdliyin kultural belum bisa menerima majunya Ma'ruf Amin. Salah satunya, lambatnya Ma'ruf Amin melepas jabatan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Seharusnya dengan usia yang cukup tua, Ma'ruf Amin bisa memberikan respons yang cepat atas berbagai harapan Nahdliyin.


"Sesungguhnya yang lebih banyak ditunggu publik, termasuk salah satunya respons cepat mengundurkan diri agar tidak membebani dan membuat polemik berkepanjangan dalam tubuh struktural NU. Itu akan bisa mengikis sedikit keraguan pemilih di tengah kelemahan usia yang sejauh ini masih menjadi sorotan utama," imbuhnya.


Satu lagi, keberadaan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dalam Safari Ma'ruf Amin juga berpotensi menimbulkan polemik baru di kalangan Nahdliyin kultural. Utamanya yang menjadi simpatisan partai di luar PKB.


"Roadshow silaturrahim akan lebih efektif jika ditemani tokoh nonpartai politik. Publik Jatim masih memberi catatan terhadap tokoh-tokoh partai politik dalam usaha meraih suara warga Nahdliyin," peneliti dari Surabaya Survey Center (SSC) itu memungkasi.


Seperti diketahui, Ma'ruf Amin saat ini sedang melakukan safari pesantren selama dua hari terhitung sejak Senin (3/8) hingga Selasa (4/8). Beberapa pesantren yang didatangi antara lain Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, dan Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang.


Dalam safari pesantren, Ma'ruf Amin didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua PBNU Robikin Emhas, serta Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore