
SELAMAT: Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berkunjung ke kediaman Khofifah Indar Parawansa di Jalan Jemursari, Wonocolo Surabaya pada Kamis (5/7).
JawaPos.com – Kemenangan Khofifah Indar Parawansa–Emil Elestianto Dardak di Pilkada Jatim berdasarkan hitung cepat tidak bisa lepas dari peran besar Muslimat NU. Posisi Khofifah yang menduduki jabatan ketua umum di organisasi banom perempuan NU itu memberi nilai lebih. Sehingga, kader Muslimat NU di Jatim solid memenangkan Khofifah-Emil.
Partai politik pengusung pasangan Khofifah-Emil pun kompak mengakui, kehebatan serta militansi yang dimiliki kader Muslimat NU. Bahkan, partai pengusung seperti Golkar secara terbuka siap menampung kader Muslimat NU yang ingin terjun ke politik, seperti maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 nanti.
“Partai Golkar selalu membuka pintu seluas-luasnya karena partai Golkar adalah partai terbuka. Selama mempunyai ideologi dan filosofi yang sama, partai Golkar selalu terbuka,” kata Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di kediaman Khofifah di Jemursari, Surabaya, Kamis, (5/7) malam.
Menteri Perindustrian ini menegaskan, dukungan yang diberikan partai Golkar kepada Khofifah ini juga tidak bisa lepas dari pertimbangan Khofifah sebagai pimpinan Muslimat NU. Oleh karenanya, jika ada kader Muslimat NU yang ingin berjuang dalam politik, partai Golkar dengan senang hati menyambutnya.
“Kami sudah memberikan perlakuan yang lebih khusus kepada Bu Khofifah. Kalau ada yang lebih khusus lagi kami rela,” tegasnya.
Sementara itu, Khofifah menyampaikan rasa syukur. Sebab keberadaan kader Muslimat NU dalam kancah politik kian positif. Misalnya, pada Pilkada serentak di Jatim 27 Juni lalu, Muslimat NU berhasil mengantarkan empat anggotanya sebagai pemenang.
Selain dirinya yang berhasil memenangkan Pilgub Jatim, juga ada Mundjidah Wahab (ketua PC Muslimat NU Jombang) terpilih di Pilbub Jombang, Ita Puspita Sari (pengurus bidang di PC Muslimat NU Mojokerto) terpilih di Pilbub Mojokerto serta Anna Mu’awanah (pengurus PP Muslimat NU) tepilih menjadi Bupati Bojonegoro.
“Alhamdulillah, orang memilih itu karena bisa diterima, dan rupanya akseptabilitas tersebut kemudian mengalir pada tingkat elektoral yang kebetulan mereka pengurus Muslimat NU,” kata Khofifah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
