
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani saat memberikan keterangan dalam pemeriksaan Danny Pomanto terkait kasus dugaan tipikor pemetongan anggara camat se-Makassar di Mapolda Sulsel, Kamis (21/6).
JawaPos.com – Hari perdana masuk kerja, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, langsung menjalani pemeriksaan oleh penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (21/6).
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Danny Pomanto dilakukan, terkait kasus dugaan korupsi, pemotongan anggaran sosialisasi Camat se-kota Makassar 2017.
"Jadi kasus ini dilaporkan oleh masyarakat atas dugaan pemotongan anggaran sosialisasi Camat. Makanya hari ini yang bersangkutan kita periksa," kata Dicky dalam jumpa pers pemeriksaan Danny di Mapolda Sulsel, jalan Perintis Kemerdekaan, sore tadi.
Pemeriksaan, dijelaskan Dicky, masih dalam kapasitas Danny sebagai seorang saksi dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Sebelum memeriksa orang nomor 1 dalam jajaran pemerintahan kota (Pemkot) Makassar itu, penyidik disebut Dicky terlebih dulu melakukan pemeriksaan terhadap 24 orang saksi lainnya.
"Termasuk lima orang Camat, Bendahara Kecamatan, Kasubag Keuangan Kecamatan dan salah seorang anggota DPRD Makassar Abdul Wahab Tahir juga yang kita sudah semua periksa," terang Dicky.
Kendati begitu, tim penyidik belum bisa menyebutkan hasil total dugaan kerugian dalam kasus tersebut. Kata Dicky, tim sementara melakukan proses audit. "Jadi itu belum kita rilis karana masih diaudit kerugiannya negaranya berapa dan tim juga belum sampaikan ke saya," ujarnya.
Danny, menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.00 WITA pagi tadi. Datang dengan 7 orang tim kuasa hukum, Danny langsung menuju ke lantai 2 ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Sulsel. Belasan pertanyaan seputar kasus itu pun ditujukan kepada Danny.
Ditemui terpisah, dengan singkat Danny mengaku sangat mengapreasi langkah penyidik yang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus ini. Pemeriksaan ini kata Danny merupaka bentuk pemenuhan sebagai seorang warga negara yang taat hukum.
"Saya kira itu perlu memang, karena saya juga harus mengklarifikasi untuk mengclearkan semuanya," singkat Danny menutup.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
