Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Juni 2018 | 12.35 WIB

Alquran Salah Cetak Belum Ditemukan di Kaltim

Lembaran Alquran yang diduga salah cetak. - Image

Lembaran Alquran yang diduga salah cetak.

JawaPos.com - Beredar lembaran Alquran salah cetak. Ayat-ayatnya tidak sesuai sehingga maknanya melenceng. Surat yang diketahui salah cetak itu adalah Surat Al-Baqarah.


Merespons kejadian ini, pihak yang berwenang di Kalimantan Timur (Kaltim) langsugn proaktif. Mereka mengantisipasi beredarnya Alquran yang salah cetak tersebut.


"Sejauh ini, belum ada laporan. Di Kaltim masih aman. Kami ikut memantau dan mengawasi. Nanti, setelah habis masa cuti bersama, kami melakukan pemeriksaan ke toko-toko buku yang menjual Alquran," ucap Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kaltim Sofyan Noor dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Rabu (20/6).


Dia mengatakan, pihaknya juga meminta kerja sama berbagai pihak, seperti pengelola pesantren dan sekolah. Selain itu, masyarakat pun diminta pasang mata.


Bila menemukan kesalahan dalam cetakan Alquran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya ke Kemenag. Sofyan menambahkan, bila ditemukan Alquran salah cetak di Kaltim, pihaknya akan melaporkannya ke Jakarta.


Sebab Kemenag yang berwenang mengambil tindakan. Hal utama, jelasnya, seluruh Alquran yang salah cetak itu wajib ditarik dari peredaran.


Sebelumnya, kabar kesalahan pencetakan Alquran itu beredar melalui pesan singkat WhatsApp (WA). Di dalam pesan yang berisi foto halaman Alquran tersebut, kesalahan terjadi pada Surat Al-Baqarah ayat tiga dan empat.


Kementerian Agama (Kemenag) sedang menelusuri beberapa informasi di antaranya mencari cover atau sampul foto Alquran tersebut. Sebab, untuk menelusuri penerbit dan tahun terbit Alquran tersebut, paling mudah dilihat di halaman sampulnya.


Dirjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin sebelumnya mengaku belum mendapatkan foto Alquran yang dilaporkan salah cetak itu. Namun, ketika melihat foto itu, dia menyampaikan rasa kaget.


"Wah, ini kesalahan parah dan cenderung disengaja," katanya, Senin (18/6).


Senada dengan Amin, Direktur Urusan Agama Islam Kemenag Juraidi mengatakan, mereka harus memastikan lebih dahulu siapa yang mencetak dan kapan pencetakan Alquran tersebut.


Selain itu, dipastikan apakah Alquran tersebut sudah memiliki tanda tashihnya. Tanda tashih itu merupakan tanda bahwa Alquran tersebut sudah dicek atau diteliti dengan cermat oleh Lajnah Pentashih Musfah Alquran Kemenag.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore