
Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Umar Septono
JawaPos.com - Perayaan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah bagi Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Umar Septono dimaknai sebagai puncak untuk mengimplementasikan, merealisasikan seluruh amalan baik bagi orang-orang yang ada disekitar.
Mulai dari diri sebagai seorang manusia, keluarga hingga masyarakat tanpa memandang kasta, latar belakang dan status baik buruknya seseorang. Hal itu, menurut Jenderal Umar adalah sesuatu yang sangat mendasar sebagai seorang manusia dipuncak menggapai kemenangan pada Idul Fitri.
"Kita semua sudah disucikan di bulan puasa, pada Ramadan ini. Maka itu yang harus kita implementasikan untuk bulan-bulan berikutnya bahkan sampai masa-masa selanjutnya. Jadi, kita harus bisa menjadi manusia yang lebih baik, pandai dalam segala hal khususnya berguna untuk orang banyak," jelas Umar di Makassar, Senin (11/6).
Bagi Jendera bintang dua ini, memaknai Idul Fitri bukan hanya sebatas berharap banyak. Namun, bagaimana modal kekuatan iman dalam beribadah selama bulan Ramadan, menjadi yang utama untuk kemudian dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita harus menjadi manusia yang pandai beribadah, pandai memaafkan orang, sabar, memuji-muji orang. Kita harus banyak mencari kesalahan diri sendiri, dari pada kesalahan orang lain, inti semua itu adalah untuk memperbaiki diri," terang Umar.
Sunnah rasul yang dipraktrikkan selama sebulan berlalu, yakni puasa menurut Umar, adalah salah satu bagian yang mendasar bagi manusia menyambut datangnya Idul Fitri. Hal itu, diakui Umar, juga diterapkan kepada seluruh jajarannya.
Memberikan pemahaman agar tak henti-hentinya beribadah dan berbuat sesuatu yang berguna untuk orang lain, sebagai bekal mensucikan diri dihari yang Fitri.
"Habluminannasnya seperti itu juga. Kalau salatnya baik, pasti tingkah laku dan tindakannya pasti baik juga. Berusaha menjadi hamba Allah yang sopan, yang baik, yang rendah hati, yang perhatian terhadap orang lain. Pandai mensukuri nikmat dan memberikan keteladanan kepada orang lain, itu yang terpenting," jelas Umar.
Di luar itu ditambahkan Umar, hal yang biasa dilakukan pada puncak pelaksanaan Idul Fitri nanti tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti bersilaturahmi dengan keluarga, jajaran dan terpenting baginya adalah masyarakat umum yang ada disekeliling. "Itu salah satu bentuk yang kita terapkan dalam menjalankan perintah agama dan terpenting tidak henti-hentinya dilakukan," pungkas Umar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
