Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Juni 2018 | 11.05 WIB

220 Kendaraan Per Menit Datang dari Surabaya ke Malang

PADAT: Arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Malang Raya. - Image

PADAT: Arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Malang Raya.

JawaPos.com - Arus mudik lebaran sudah mulai terlihat di kawasan Kabupaten Malang, Sabtu (9/8). Berdasarkan pantauan JawaPos.com, arus kendaraan padat sejak pagi hingga siang. 


Semakin padat ketika mendekati dan usai jam makan siang hingga sore hari. Arus kendaraan sudah mulai padat di Flyover Arjosari, Kota Malang hingga sepanjang jalan nasional menuju Surabaya. 


Untuk arus arah Surabaya menuju Malang, kepadatan sudah terlihat sejak dari pintu masuk Kabupaten Malang, di Lawang. Arus kendaraan mulai terpecah di Sumberwuni. Ini karena, ada pengoperasian tol fungsional Malang Pandaan. 


Namun, di kawasan Singosari, arus lalu lintas kembali memadat. Jalanan padat merayap dan didominasi oleh roda empat dan roda dua.


Berdasarkan pantauan JawaPos.com di lapangan, di persimpangan Karanglo, Singosari, terlihat tumpukan arus kendaraan. JawaPos.com mencoba menghitung kendaraan yang masuk dari Surabaya ke Malang Raya. Meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. 


Dalam semenit, kendaraan yang masuk dari arah Surabaya menuju Malang Raya, sekitar 100 per menit. Itu hanya untuk kendaraan roda dua. 


Sementara itu, untuk kendaraan roda empat yang masuk ke Malang dari Batu dan Surabaya, berjumlah 45 unit per menit. Sedangkan untuk kendaraan roda empat dan besar, dari arah Surabaya menuju Batu, berjumlah 60 unit per menit. 


Jika dilihat dari data tersebut, dalam semenit ada sebanyak 220 unit kendaraan yang masuk ke Malang Raya dari arah Surabaya. Artinya, dalam satu jam ada sekitar 1.320 kendaraan yang masuk. Didominasi oleh roda dua. 


Kanit Turjawali Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik, menjelaskan, arus mudik sudah tampak sejak Jumat (8/6). Kendaraan dari arah Surabaya lebih banyak jika dibandingkan dengan kendaraan dari arah Malang. 


"Diperkirakan, puncak arus mudik satu hari sebelum lebaran dan tiga hari jelang lebaran," katanya kepada JawaPos.com, Sabtu (9/6). 


Dia mengimbau kepada para pemudik, agar mematuhi aturan lalu lintas dan melengkapi surat kendaraan. Selain itu, jika merasa ngantuk, hendaknya menepi dan beristirahat. 


"Berhati-hatilah dalam berkendara dan tetap menjaga keselamatan," tegas dia.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore