
Jenazah Puji Astrianto, masih berada di kantong mayat di ruang jenazah RSSA Malang.
JawaPos.com - Puji Astrianto (bukan Muji), 30, warga Lowokwaru, Kota Malang, ditemukan tewas dikubur di tengah kebun sengon yang ada di daerah Jabung, Kabupaten Malang, Selasa (29/5).
Menurut sang Ibu, Sulastri,53, korban diketahui sering mendapatkan teror sebelum ditemukan tewas terkubur. Hal itu diungkapkan Sulastri saat berada di kamar mayat RSSA Malang.
Sulastri mengungkapkan, Sabtu (26/5) malam lalu, anaknya sempat meminta salah seorang temannya untuk menemaninya pulang. "Telepon dan meminta pulang dengan dikawal oleh seorang rekannya karena ketakutan. Pasalnya, anaknya ini sering diancam oleh seseorang yang berinisial RN. Alasannya, Puji dituduh menggoda Y, istri RN," jelas Sulastri.
"Sebulan lalu, RN juga datang ke rumah. Dia melabrak anak saya. Anak saya sering diancam oleh RN," imbuh Sulastri.
Lanjutnya, saat mereka berbicara melalui telepon, selang 10 menit kemudian, tiba-tiba sambungan telepon tersebut terputus. Kemudian tidak ada suara sama sekali. Saat itu kata Sulastri, anaknya Puji baru pulang kerja dari salah satu toko ritel modern di Pakisaji, Kabupaten Malang. "Saya curiga, saya merasa ada yang buntuti anak saya. Saya lacak dan tidak ketemu," kata Sulastri.
Bahkan, malam harinya Sulastri juga melacak hingga ke Jabung. Namun dia tidak menemukan apapun. Kecurigaan dia mengenai hilangnya anaknya dengan RN bertambah ketika terjadi kecelakaan di perempatan ITN (Jalan Sigura-gura), Minggu (27/5) dini hari.
"Mobil itu milik RN, saya yakin anak saya di dalamnya. Tapi saya cari kemana-mana enggak ketemu," kata dia lirih.
Sebagai informasi, petugas gabungan dari TNI AD dan Polres Malang melakukan pembongkaran kuburan tempat jasad Puji dikubur, Selasa (29/5). Jasad bapak dua anak itu dikuburkan di galian tanah dengan kedalaman 50 sentimeter.
Tak jauh dari tpt tubuh Puji dikubur, ditemukan sebuah jaket. Selain itu, juga terdapat lakban. Diduga, Puji merupakan korban penculikan dan pembunuhan. Kini jasadnya berada di kamar mayat RSSA Malang untuk dilakukan autopsi serta penyelidikan lebih lanjut.
"Usia kematiannya diperkirakan tiga hari. Kulit sudah mulai mengelupas," kata salah satu petugas kamar jenazah yang mengenakan masker, tanpa menyebutkan identitasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
