
Penjualan petasan di Pasar Asemka, Jakarta Barat mengalami penurunan saat Ramadan 1439 Hijriah.
JawaPos.com - Hari raya Idul Fitri dan tahun baru selalu identik dengan petasan dan kembang api. Di malam hari, suara petasan dan kembang api selalu terdengar dari magrib sampai tengah malam. Langit pun akan dihiasi dengan warna-warni yang indah.
Tapi nyatanya, salah seorang pedagang petasan dan kembang api di pasar Asemka, Asep, Jakarta, mengaku mengalami penurunan pendapatan di 2018. Asep memperkirakan, bisnis kembang api sekarang ini sudah tidak terlalu bisa diharapkan.
"Bila dibandingkan 2017, tahun ini ada penurunan pendapatan sampai 70 persen," katanya, di pasar Asemka, Jakarta, Sabtu (26/5).
Asep pun mengaku, di tahun ini ia tetap mendapat untung dari penjualan petasan dan kembang api meski hanya sedikit. Ia berharap, dari penjualannya ini bisa balik modal dan hutangnya bisa ditutupi. Hal ini Asep katakan karena lesunya minat masyarakat akan petasan hingga kembang api.
Pedagang ini mengaku, setiap tahun ia rutin berjualan petasan dan kembang api disaat momen puasa. Kesehariannya bila di hari biasa atau bukan Ramadan adalah bisnis di kampungnya dan pada tahun ini, Asep tidak bisa memprediksi berapa pendapatan yang diperolehnya.
"Tahun lalu saya bisa mendapat keuntungan Rp 100 juta sampai Rp 200 juta dengan modal Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Untuk tahun ini, saya tidak bisa memprediksi," bebernya.
Ia, telah menjual petasan dan kembang api pada saat Ramadan di pasar Asemka selama 8 tahun. Dari 2010 sampai sekarang, Asep mengaku, masyarakat akan membeli petasan dan kembang api paling ramai dari H-1 minggu sampai takbiran, H-1 Lebaran.
"Petasan dan kembang api yang saya jual dari harga Rp 2000 sampai ratusan ribu. Yang jual ini petasan dan kembang api dari berbagai merek," bebernya.
Ditambah pedagang petasan dan kembang api lainnya, Bima, ia mengaku tak tau menahu penyebab lesunya pembeli. Ia pun memperkirakan, lesunya penjualan dari sejak petasan korek dilarang.
"Sepertinya dari petasan korek dilarang, petasan dan kembang api mulai sepi. Keuntungan selalu menurun bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tutup Bima.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
