
PERBEDAAN. Achiang (kanan) yang memiliki tato di lengan kanan, sedangkan Akhiang (kiri) tidak ada.
JawaPos.com - Seorang pria berumur 51 tahun, Akhiang, menjadi korban penganiayaan, diduga lantaran dituduh melontarkan kata-kata melecehkan etnis tertentu di media sosialnya, Facebook. Akhiang dianiaya sejumlah orang di tokonya di Jalan Siaga, Sungai Raya, Kubu Raya, Selasa (2/5) sekira pukul 10.15 WIB. Akibat penganiayaan tersebut, Akhiang mengalami luka berat.
Hingga Kamis (3/5), Akhiang masih harus dirawat intensif di Rumah Sakit Kharitas Bakti, Pontianak. Dia mengeluh meriang dan sakit di bagian kepalanya.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup) mengunjungi rumah Akhiang di Gang Teratai Putih Jalan Adisucipto, Sungai Raya, Kubu Raya. Istri korban bernama Lily ketika ditemui enggan bercerita tentang penganiayaan yang dialami suaminya.
Mungkin karena trauma, bahkan Lily tampak pucat dan takut ketika ditemui orang. Saat itu Lily menolak bertemu dan menjanjikan sore hari lantaran paginya ia akan membawa suaminya ke RS Kharitas Bakti.
Sementara itu, dari keterangan sepupu korban yang enggan disebutkan namanya, kondisi Akhiang saat ini sudah mulai membaik. Korban sudah bisa diajak bicara.
"Namun dari kemarin dia mengeluhkan meriang dan rasa sakit di kepalanya. Sehingga pagi tadi kembali dibawa ke RS Kharitas, takutnya ada retak di kepala korban," katanya dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), Jumat (4/5).
Pria 30 tahun yang rumahnya bersebelahan dengan kediaman korban ini menuturkan, pecah di kepala Akhiang cukup lebar. Sebab bapak dua anak itu dibantai dengan balok.
"Awalnya dibawa ke klinik Windi, untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena lukanya besar dia (klinik) tak mampu, akhirnya di rujuk ke RS. Kharitas," ucapnya.
Penganiayaan ini berawal dari akun Facebook atas nama Achiang yang menuliskan kata-kata tidak pantas dan bernuansa SARA. Sekelompok orang yang melakukan penganiayaan menuduh itu adalah akun Facebook Akhiang lantaran wajahnya mirip.
Korban dianiaya saat berada di warung makan vegetarian miliknya di Jalan Siaga, Sungai Raya, Kubu Raya, Selasa (2/5) sekira pukul 10.15 WIB. Sepupu korban menegaskan, penganiayaan itu salah alamat.
Pemilik akun yang menulis kalimat-kalimat tak pantas adalah Achiang. Sedangkan abang sepupunya bernama Akhiang. Walau korban juga memiliki akun Facebook, tapi akunnya dinamai Ruky Hwang.
Usia antara pemilik akun Facebook Achiang dan abang sepupunya pun berbeda jauh. Tambah lagi akun Facebook Achiang beralamat Jakarta. Sedangkan Akhiang tinggal di Kabupaten Kubu Raya.
"Umurnya 20-30 an (usia pemilik akun), abang saya orangtua umur 50an. Jadi, ada beda banyak," paparnya.
Ia kemudian memperlihatkan foto korban untuk dibandingkan dengan pemilik akun atas nama Achiang. "Dia kan permasalahkan akun ini. Orang ini ada tato. Ini abang saya tidak ada tato," jelasnya.
Di matanya, Akhiang dikenal sosok yang alim dan tidak punya musuh. "Dia (Akhiang) hanya tahu berdagang," jelasnya. Pihak keluarga pun berharap masalah ini cepat selesai.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
