
Aksi saling kejar massa Slankers dengan petugas kepolisian hingga menembakkan gas air mata.
JawaPos.com - Ribuan penonton yang tidak mendapat tiket konser Slank tumpah ruah memadati Kawasan Pantura, Jalan Brigjend Dharsono By Pass, Sabtu (17/3) malam. Kericuhan saling lempar batu antar penonton, serta aksi menerobos pintu masuk penjagaan pun sempat terjadi. Aparat petugas keamanan pun terpaksa menembakkan gas air mata.
Pantauan JawaPos.com di lokasi, keributan saat konser Slank yang digelar di lapangan Makorem 063 Sunan Gunungjati itu bermula saat para penonton yang tidak kedapatan tiket memadati jalan raya. Aktivitas lalu lintas pun menjadi macet total. Pihak kepolisian pun berupaya menertibkan para slanker agar membubarkan diri.
Namun, bukannya bubar, para Slankers tersebut malah teribat kericuhan. Hal itu membuat situasi memanas, begitu juga seusai gelaran konser yang berakhir pukul 22.35 Wib. Para penonton mulai berulah. Massa Slankers terlibat saling lempar batu dan kayu. Sehingga aparat kepolisian menyisir titik-titik gerombolan massa yang memicu kericuhan dengan tembakan gas air mata.
"Para penonton yang nggak dapat tiket ini memaksa masuk dan sempat membuat onar. Mereka bergerombol dan memadati akses jalan raya yang akhirnya ditertibkan," ujar Kabag Ops Polres Cirebon Kota iKompol Purnama kepada JawaPos.com, Sabtu (17/3) malam.
Menurutnya, penonton tanpa tiket itu memaksakan diri. Situasi sudah mulai tak terkendali ketika ribuan penonton memadati areal pintu masuk tiket. Ditambah lagi sebagian dari mereka ada yang melempari batu ke arah petugas.
"Akan terjadi situasi ini sudah dipertimbangkan. Untuk mengamankan gelaran konser diterjunkan 500 personel gabungan, baik dari TNI maupun Polri. Kericuhan ini menyabkan juga kemacetan, untuk itu ada pengalihan arus," ujarnya.
Kericuhan dan kemacetan saat terjadi konser di Cirebon dikeluhkan warga Kecamatan Tengatani Kabupaten Cirebon, Amrin, 26. Dia mengaku prihatin atas aksi tawuran penonton itu. Ia mengatakan, hal serupa sering kali terjadi saat ada konser band di Cirebon.
Bukan hanya itu, warga di pinggiran jalan raya pun kerap menjadi korban lemparan batu para penonton. Bahkan, membahayakan banyak orang. "Saat kejadian, kebetulan saya sedang arah pulang ke Tengahtani. Tapi macet, tiba-tiba ada ledakan gas air mata. Ini sudah pasti ribut-ribut konser. Kejadian ini sering sekali," keluhnya.
Sementara itu, Kapolsek Kedawung AKP Tutu Mulyana mengatakan, wilayah Cideng menjadi titik rawan kericuhan. Karena di saat lampu merah, penonton kerap membuat rusuh kepada warga sekitar.
"Pengamanan dilakukan di lampu merah Cideng. Karena biasanya di sini sering terjadi ribut-ribut dengan warga," ujarnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
