
Rumah Adat Melayu Kepri
JawaPos.com - Lagu Segantang Lada adalah satu dari beberapa lagu Melayu yang populer di era tahun 70an. Bersama lagu Tanjung Katung, Sayang Serawak, Lancang Kuning, dan Sayang Musalmah, lagu-lagu ini lebih populer di negara tetangga Malaysia dan Singapura pada masa itu.
Lagu yang beriringan dengan senandung musik gendang dan biola, yang merupakan musik khas melayu ini hanya dapat didengar oleh beberapa daerah di Kepri yang kala itu masih tergabung dalam Provinsi Riau.
Itu pun melalui saluran atau siaran radio dari Malaysia atau Singapura.
Kondisi itu memang disebabkan di beberapa kawasan di Kepri memang belum tersentuh siaran Radio Republik Indonesia (RRI) Tanjungpinang.
Pakar Bahasa yang sekaligus Budayaan melayu Abdul Malik menuturkan, dari beberapa lagu yang populer kala itu, lagu Segantang Lada memiliki kedekatan sendiri dengan masyarakat Melayu Kepri. Hal itu dikarenakan, lagu ini dibuat oleh seorang seniman yang berasal dari Daerah Daik, Kabupaten Lingga, Kepri.
Walaupun lagu itu dipopulerkan oleh A. Ramli, seorang penyanyi Melayu asal Singapura yang terkenal pada era 60-an-70-an. "Waktu itu saya di Karimun, kampung saya. Di sana waktu itu siaran RRI Tanjungpinang tak bisa ditangkap. Kami justru mendengarnya dari radio Singapura dan Malaysia. Segantang Lada itu penciptanya Drs. H. Mohd. Daud Kadir, asal Daik," kata Malik ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (9/3) kemarin.
Lebih jauh, Abdul Malik yang juga Dosen Bahasa Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang ini mengungkapkan bahwa, lirik lagu Segantang Lada sangat merefresentasikan Provinsi Kepri. Salah satu liriknya:
'Segantang lada namanya Kepulauan Riau
Ibu kotanya di pulau Bentan
Hatiku resah dan risau
Bila memandang wajahmu tuan'
Segantang lada sendiri merupakan julukan dari daerah di Kepri yang terdiri dari banyak pulau. Sampai saat ini, Kepri dikenal dengan Provinsi Segantang Lada. Di dalam lirik tersebut juga tersirat rasa cinta tanah air, meskipun berada jauh di tempat orang, namun tetap merindukan kampung halaman.
Tidak hanya itu, Kelebihan lain dari lagu ini karena ia menampilkan sisi kelembutan sebagai simbolik dari jiwa Melayu. "Dimana pun kita berada (merantau), kampung halaman tetap tempat yg terbaik bagi kita,"kata Malik lagi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022